Prabowo Presiden 2 periode, NasDem anggap masuk akal

2 hours ago 4
"Makanya dengan pertimbangan pertimbangan itu wacana 2 periode itu kan ya masuk akal,"

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menilai wacana bagi Prabowo Subianto untuk maju kembali dan menjadi Presiden selama dua periode adalah wacana yang masuk akal.

Menurut dia, hal itu dikarenakan Prabowo yang mendapatkan tingkat kepuasan publik hampir 80 persen. Dia menilai bahwa kinerja Prabowo dalam setahun terakhir juga sudah diapresiasi.

"Makanya dengan pertimbangan pertimbangan itu wacana dua periode itu kan ya masuk akal," kata Saan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Dia menilai tingkat kepuasan publik yang tinggi tentu membahagiakan. Dengan begitu, dia pun merasa tak masalah bila ada wacana bagi Presiden Prabowo untuk menjadi Presiden kembali di masa mendatang.

"Apa yang dilakukan Pak Prabowo satu tahun lebih ini kan berarti juga mendapatkan apresiasi," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani menyerukan Prabowo Subianto menjadi presiden dua periode saat menutup pidatonya dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-18 Partai Gerindra di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (6/2).

Selain itu, ketua umum beberapa partai politik, misalnya dari PAN dan PKB, telah secara terbuka mengumumkan dukungan mereka untuk Presiden Prabowo mencalonkan diri pada tahun 2029 nanti. PAN dan PKB saat ini masuk dalam barisan koalisi partai pendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Sugiono menyebut ada cita-cita yang sama dari beberapa partai politik yang mendukung Presiden Prabowo Subianto kembali mencalonkan diri untuk periode kedua pada Pilpres tahun 2029 nanti.

Baca juga: DPR berkomitmen awasi Polri usai kedudukannya tetap di bawah Presiden

Baca juga: DPR setujui Polri tetap di bawah Presiden, bukan kementerian

Baca juga: DPR ajukan Adies sebagai Hakim MK karena profesor hukum

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |