Menteri Pertanian dukung produksi bawang putih di Lombok Timur

2 hours ago 3
...Target kami adalah menghentikan impor dalam tiga hingga lima tahun ke depan

Lombok Timur (ANTARA) - Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman mendukung pengembangan produksi bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju swasembada nasional.

"Target kami adalah menghentikan impor dalam tiga hingga lima tahun ke depan," kata Amran Sulaiman saat peluncuran pengembangan bawang putih di Lombok Timur, Senin.

Ia mengatakan untuk swasembada, hanya butuh 100.000 hektar secara nasional. Bayangkan, lahan padi seluas 7,4 juta hektar saja bisa diselesaikan, apalagi hanya 100.000 hektare.

"Saya yakin tugas ini bisa diselesaikan oleh Gubernur," katanya.

Menteri Pertanian memuji Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur yang bergerak cepat dalam merespons kebutuhan pangan nasional, khususnya komoditas bawang putih. Karena itu pemerintah secara resmi menetapkan NTB sebagai pusat produksi bawang putih Indonesia.

Baca juga: Gudang kastorit, ikhtiar menata niaga bawang merah

"NTB harus mampu mengelola minimal 25.000 hingga 50.000 hektar lahan bawang putih untuk menyuplai kebutuhan provinsi lain sekaligus menghentikan ketergantungan impor," katanya.

Mentan menyoroti hasil produksi di NTB yang sangat menjanjikan, di mana rata-rata mencapai 20 ton per hektar, bahkan ada yang menyentuh angka 28 ton per hektar.

Kualitas bawang putih lokal NTB juga dinilai jauh lebih baik dibandingkan dengan produk impor.

"Kualitasnya sangat bagus, jauh melampaui barang impor. Karena itulah kami memusatkan program pemerintah di sini," katanya.

Kementerian Pertanian akan meluncurkan program khusus dengan dukungan anggaran penuh dari APBN, termasuk pengadaan bibit untuk 700.000 hektar. Mentan juga memberikan jaminan pasca-panen bagi para petani.

Baca juga: Dijadikan benih, bawang putih Lombok akan dikembangkan tiga provinsi

"Negara yang akan menjamin. Kami akan buatkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar harga terjaga. Target kita jelas, tidak boleh ada petani yang rugi," tegasnya.

Mentan menyampaikan sistem yang terintegrasi antara ketersediaan pakan, sektor peternakan, dan kestabilan harga jagung dari petani menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan daerah.

Kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mentan memberikan motivasi untuk merubah mindset.

Ia meminta PPL menjadi contoh dengan memiliki kebun sendiri dan tidak banyak alasan dalam bekerja.

"Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, tapi pikirkan apa yang bisa kamu berikan untuk negara. PPL bisa jadi Menteri, Gubernur, atau Bupati jika mau bekerja keras," pesannya.

Mentan mengingatkan bahwa hal tersulit adalah mengubah pola pikir. Namun, jika mindset berubah, maka nasib pun berubah.

"Negara ini akan maju jika kita bilang 'Siap' dan langsung bertindak tanpa banyak protes kepada pimpinan. Mari bergerak bersama membangun NTB dan Republik Indonesia," katanya.

Mentan pada kunjungannya meninjau lantai jemur dan lahan tanam bawang putih. Kehadiran Mentan selain disambut Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur juga disambut petugas penyuluh lapangan (PPL) dari berbagai kabupaten di Pulau Lombok. Mentan sempat berdialog dan memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi.

Baca juga: Penyuluh buat petani Lombok Barat untung besar dengan tumpang sari

Baca juga: BRIN kembangkan teknologi budi daya bawang merah

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |