Pemerintah dan pengusaha kirim bantuan untuk korban bencana Sumatra

1 month ago 16

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan bersama sejumlah pengusaha mengirimkan bantuan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor Sumatra melalui Komando Lintas Laut militer (Kolinlamil) TNI Angkatan Laut, Senin.

Bantuan yang dikirim dengan KRI Semarang 594 dari Tanjung Priok itu merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan, salah satunya PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi bantuan dari seluruh masyarakat dan para pengusaha tersebut.

"Terima kasih pada para tokoh yang sudah hadir, tentunya juga menjadi bagian dari kepedulian," kata AHY saat sambutan pelepasan bantuan di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin.

AHY menyampaikan bantuan dalam bentuk apapun sangat diharapkan para korban terdampak bencana. Sebab, kondisi para korban bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara saat ini masih sulit.

Ia juga mengingatkan agar seluruh masyarakat saling membantu untuk meringankan beban para korban.

Menurut data yang diterimanya, saat ini jumlah korban terdampak yang masih tinggal di shelter pengungsian sebanyak 300-400 ribu orang.

Sementara, salah satu pengusaha sekaligus pemilik CMNP, Jusuf Hamka mengatakan, bantuan yang dikirim berupa bahan makanan pokok, kebutuhan bayi dan ibu, serta kebutuhan harian dan kesehatan bagi para korban terdampak di tiga provinsi di Sumatra.

Sosok yang akrab disapa Babah Alun itu mengaku sudah menganggarkan program CSR selama setahun ke depan untuk membantu para korban bencana.

Bantuan diterima langsung Komando Kolinlamil Laksda TNI Rudhi Aviantara untuk dikirim ke Pulau Sumatra.

"Hari ini kami mengirimkan bantuan via Kolinlamil yang dibawa KRI Semarang 594, dan kami menganggarkan untuk CSR tahun depan kami tarik kemari (untuk bantuan korban bencana), ya ada ratusan miliar kami anggarkan," tutur Jusuf Hamka usai pelepasan bantuan.

Babah Alun menambahkan, selain dikirimkan melalui kapal milik TNI AL, bantuan untuk korban bencana juga dikirim melalui sejumlah pihak.

Antara lain, melalui Lembaga Matahari Pagi, Organisasi KNPI, dan juga langsung melalui Kantor Staf Presiden (KSP).

Jusuf Hamka mengajak seluruh masyarakat bersatu bersama dengan relawan dan pemerintah memulihkan kondisi korban dan daerah terdampak bencana.

"Sebagai warga negara kita wajib membantu negeri, negeri sedang susah, negeri sedang berduka, ayo kita bergandengan tangan, baik cerdik pandai, pengusaha, baik relawan, yuk kita sama-sama, pasti ini kita bisa menanggulangi kalau kita bersatu," tutur dia.

Dirinya juga mengajak seluruh pihak menyamakan persepsi untuk bergotong royong membantu para korban bencana, apapun bentuk bantuannya.

"Mau pampers, mau kasur, torn air bersih, makanan biskuit kita bantu, kalau tidak bisa, jangan kita pandai mengkritik, tetapi kita pandai berdoa saja, kasih doa saja," tegas Babah Alun.

Adapun berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 22 Desember 2025, bencana Pulau Sumatera merenggut 1090 korban jiwa, 186 orang hilang, dan 7 ribu orang terluka.

Banjir dan tanah longsor di tiga provinsi ini juga membuat 147.236 rumah rusak, merusak 219 fasilitas kesehatan, 145 jembatan, dan 434 rumah ibadah.

Baca juga: Muhammadiyah salurkan beras bantuan NGO UEA masyarakat korban banjir

Baca juga: Kemkomdigi: Pemerintah gotong royong pulihkan jaringan Sumatera

Baca juga: Pertamina sulap sumur gas jadi listrik untuk penyintas banjir Aceh

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |