Solo (ANTARA) - Pelatih tim para balap sepeda Indonesia Erik Suprianto yakin timnya bisa merebut medali emas dari lawan terberat yakni Thailand, setidaknya melalui tiga nomor andalan di ASEAN Para Games (APG) Thailand 2025 pada 20-26 Januari.
Dia menjelaskan, sejumlah nomor memiliki potensi untuk mencuri emas dari tuan rumah, namun peluang paling besar berasal dari individual time trial, track 3.000 meter, dan road race.
"Kami melihat atau mengevaluasi kembali ke individual masing-masing atlet dan di nomor itu peluang paling besar meraih emas,” kata Erik di sela latihan tim di Velodrome Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Indonesia akan diperkuat total delapan atlet yang terdiri atas enam putra dan dua putri.
Mereka diproyeksikan tampil pada 17 nomor dari total 27 nomor yang dipertandingkan, di antaranya road race, sprint, individual time trial, serta mixed tandem di berbagai kelas seperti C3, C4, dan C5.
Melalui komposisi atlet yang relatif berimbang antara pengalaman dan usia muda, Indonesia optimistis bisa bersaing di papan atas.
Erik menyatakan, persiapan tim saat ini difokuskan pada pemantapan teknik dan simulasi pertandingan, menjelang dua hari keberangkatan.
Volume latihan memang dikurangi menjelang keberangkatan, namun kualitas latihan tetap dijaga untuk memastikan kondisi atlet berada pada puncaknya saat bertanding.
Atlet para balap putri Indonesia Zulaika dan Vanza Mifthahul Jannah berlatih untuk persiapan menghadapi ASEAN Para Games Thailand 2025, di Velodrome Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). ANTARA/Donny AditraBaca juga: Hilman yakin rebut emas meski debutan dalam ASEAN Para Games 2025
Dia menambahkan, program latihan diarahkan untuk memperkuat kekuatan (strength), ketahanan (endurance), dan kecepatan (speed) sesuai karakter nomor yang diikuti.
Dalam pemetaan kekuatan lawan, tambah dia, Thailand merupakan pesaing terkuat, diikuti oleh Malaysia, Laos, dan Filipina.
Namun, Erik menekankan, Indonesia memiliki modal persiapan yang memadai berkat dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, sehingga para atlet dapat berlatih secara terprogram dan berkelanjutan.
Dia melanjutkan, rentang usia atlet tim para balap sepeda Indonesia cukup lebar, mulai dari 16 hingga 41 tahun.
Zulaika menjadi atlet termuda berusia 16 tahun, sementara Muhammad Fadli Imammuddin menjadi yang tertua dengan usia 41 tahun.
Mayoritas atlet berasal dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
"Kami cukup percaya diri karena persiapan sudah berjalan baik. Fokus kami adalah mengeksekusi strategi balapan dengan disiplin agar peluang emas di nomor andalan bisa dimaksimalkan," ujar dia.
Pelatih tim para balap Indonesia Erik Suprianto (kedua kiri) memberi pengarahan usai memimpin latihan untuk persiapan menghadapi ASEAN Para Games Thailand 2025, di Velodrome Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). ANTARA/Donny AditraBaca juga: Angkat berat jadikan APG 2025 sasaran antara untuk Asian Para Games
Berikut delapan atlet para balap sepeda Indonesia yang mengikuti ASEAN Para Games Thailand 2025.
Putra:
1. Muhammad Fadli Imammuddin
2. Tifan Abid Alana
3. Sufyan Saori
4. Nurfendi
5. Anwar Annaja
6. Muhammad Ridho
Putri:
1. Zulaika
2. Vanza Mifthahul Jannah
Baca juga: Tertua di tim, Tatok ingin terus berprestasi untuk Indonesia di APG
Baca juga: Sella korbankan waktu bersama anak demi Indonesia di APG Thailand 2025
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































