Pedagang Pasar Cipulir keluhkan sepi pembeli imbas banjir

1 week ago 14

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, mengeluhkan sepi pembeli akibat banjir yang melanda kawasan pertokoan tersebut.

Salah satu pedagang pakaian, Novia (25) mengatakan kondisi banjir sangat mempengaruhi jumlah pengunjung di pasar tersebut.

"Dampaknya orang belanja ya. Jumlahnya berkurang, meski tetap ada yang belanja,” katanya.

Novia mengatakan banjir memang kerap melanda pasar tersebut, termasuk pada Jumat pagi ini dan kembali surut pada siang harinya.

Kondisi cukup parah terjadi Kamis (22/1) yang berlangsung hingga empat kali, namun langsung surut setiap 30 menit.

"Kemarin banjir empat kali tapi paling sejam, setengah jam terus surut semata kaki. Kalau tadi sebetis dari pagi sekitar tiga jam terus surut," katanya.

Para pedagang pun sudah mengantisipasi banjir, termasuk dengan menyiapkan sekat penghalang dan memindahkan barang ke area yang lebih tinggi sehingga barang dagangan relatif aman.

Baca juga: Pemkot Jaksel laporkan tembok Pasar Cipulir yang amblas ke BBSWCC

"Buat barang kayak baju enggak ada yang kotor atau basah karena pedagang sudah pada tahu air mau naik langsung siap-siap, apalagi lantai dasar sudah ada sekat yang agak tinggi," ujarnya.

Kondisi Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2025) setelah surut dari genangan banjir. ANTARA/Juliyanti

Pedagang pakaian lainnya, Hendi (52) mengatakan pasar tersebut memang jadi langganan banjir, namun banjir bisa segera surut.

“Sering terjadi banjir, kalau sekarang sudah surut,” katanya.

Sementara itu, pedagang batik Safrizal (70), yang telah berjualan sejak 1995 bersama istrinya, juga mengaku minat pembeli kini tampak terus menurun.

Terlebih, setelah bencana yang menimpa sejumlah wilayah di luar Jawa, termasuk yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Biasanya kalau mau Lebaran itu ramai, tapi sekarang sepi karena orang daerah seperti dari Sulawesi dan Sumatera sudah enggak datang ke sini, apalagi di sana juga sedang ada musibah, sehingga belanja tahunan berkurang,” katanya.

Baca juga: DKI kerahkan petugas dan pompa untuk antisipasi banjir di Cipulir

Sebelumnya, tembok Pasar Cipulir sempat amblas pada Minggu (19/1) akibat pergeseran turap kali di sekitar lokasi, sehingga kondisi pasar tergenang.

Menyusul hujan deras sepanjang Kamis (22/1), Pasar Cipulir juga kembali terendam banjir dan berangsur surut. Video aktivitas jual beli di Pasar Cipulir yang tergenang banjir juga viral di media sosial, yang menunjukkan bahwa kondisi pasar tetap berjalan normal di tengah banjir.

Pewarta: Ade irma Junida/Juliyanti
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |