Pedagang daging di Pasar Gondangdia tak berjualan imbas harga tinggi

2 weeks ago 6

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah lapak pedagang daging sapi di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, terpantau tidak berjualan pada Kamis, menyusul aksi mogok terkait tingginya harga komoditas tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Tingginya harga daging sapi membuat permintaan menurun, sehingga pedagang menghentikan sementara aktivitas jual beli.

Pantauan ANTARA, area lapak daging sapi di Pasar Gondangdia terlihat kosong, meski pedagang ayam dan ikan masih melayani pembeli seperti biasa.

"Tukang daging enggak buka semua, banyak yang libur. Lagi pada demo karena harganya kemahalan," ujar Mahmud (65), seorang pedagang ikan.

Seorang pedagang ayam, Deni (40) mengatakan bahwa sehari sebelumnya sejumlah lapak daging sapi masih sempat beroperasi, meski dengan harga yang dinilai tinggi oleh pembeli.

Ia memperkirakan pedagang akan kembali membuka lapak dalam beberapa hari ke depan.

"Kemungkinan besok ada lagi (demo). Kalau kemarin sih masih jualan," katanya.

Baca juga: Ini kata Pramono soal isu pedagang daging akan mogok berjualan

Di sisi lain, absennya penjual daging sapi membuat sebagian warga beralih membeli sumber protein lain.

Salah satu pembeli, Amel (27) mengaku dirinya memilih ayam dan ikan karena harga daging sapi belum menunjukkan penurunan, terutama menjelang bulan Ramadan.

"Saya ganti ke yang lain, ayam atau ikan kalau daging sapi tetap naik pas puasa," katanya.

Sementara itu, Nita (31) mengaku tetap akan membeli daging sapi dalam jumlah lebih sedikit meski harganya mahal,

"Kalau saya kayaknya bakal tetap beli untuk keluarga. Meski mahal, paling belinya setengah saja," ujarnya.

Meski pedagang daging sapi tidak berjualan, namun suasana pasar secara umum tetap ramai. Warga berharap pasokan kembali normal agar harga daging dapat lebih stabil dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, bandar sapi potong dan pedagang daging di pasar tradisional se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) melakukan aksi mogok dagang selama tiga hari mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Baca juga: Dharma Jaya pastikan harga daging sapi terjangkau

Baca juga: Mentan: Kuota impor daging sapi swasta dipangkas demi stabilitas harga

Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama mengatakan hal itu dilakukan sebagai respon kenaikan harga daging sapi yang dirasakan masyarakat menengah ke bawah, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pihaknya pun meminta Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman segera mengatasi harga sapi yang mahal.

Pewarta: Ade irma Junida/Juliyanti
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |