Pecco salah strategi pemilihan ban pada sprint race GP Portugal

3 months ago 25

Jakarta (ANTARA) - Pembalap Ducati Lenovo Francesco "Pecco" Bagnaia menyebut salah dalam strategi pemilihan ban selama sprint race MotoGP Portugal yang berlangsung di Sirkuit Portimao Autodromo Internacional do Algarve, Sabtu malam WIB.

Pecco yang start dari urutan keempat harus puas finis di posisi kesembilan setelah tampil kurang menjanjikan selama balapan berlangsung.

"Sprint tidak berjalan seperti harapan saya. Saya menggunakan ban dengan daya cengkeraman yang kurang di awal lap dan, pada akhirnya, saya harus keluar dari persaingan ketika memasuki akhir balapan," kata Pecco dikutip dari Ducati Lenovo, Minggu.

Sprint race MotoGP Portugal menyajikan pertarungan yang begitu sengit terutama antara pembalap Gresini Racing Alex Marquez yang saling sikut dengan pembalap KTM Pedro Acosta untuk memperebutkan posisi terdepan.

Alex yang tampil solid di penghujung balapan akhirnya keluar sebagai pemenang, ditemani Pedro Acosta dan pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi yang secara berurutan menempati urutan kedua dan ketiga.

Baca juga: Menangi duel dengan Acosta, Alex Marquez P1 di sprint MotoGP Portugal

Sementara itu, Pecco mengaku akan melakukan evaluasi atas strategi pemilihan ban yang tidak sesuai pada balapan ini. Pembalap Italia ini berharap bisa melakukan perubahan yang mampu mengerek performanya ketika balapan utama nanti.

"Ini evaluasi yang salah dilakukan oleh tim kami dan kami membutuhkan perubahan menjelang balapan utama dimulai. Hari ini set-up motornya sudah bagus dan cepat ketika memasuki tikungan, tapi saya sedikit kehilangan daya cengkeram," ujar jawara dunia dua kali ini.

Selanjutnya Pecco akan bersiap untuk menatap balapan utama yang akan berlangsung pada Minggu malam WIB.

Baca juga: Marco Bezzecchi raih pole position di MotoGP Portugal

Baca juga: Dall'Igna akui cedera Marquez beri efek domino pada pengembangan motor

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |