Paralimpiade Musim Dingin Italia 2026 ditutup, China pimpin klasemen

6 days ago 11

Cortina D'Ampezzo (ANTARA) - Presiden Komite Paralimpiade Internasional (International Paralympic Committee/IPC) Andrew Parsons resmi menutup Paralimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, Minggu (15/3), dengan China memimpin klasemen.

Upacara penutupan bertema "Suvenir Italia" (Italian Souvenir) itu diselenggarakan di Cortina Curling Olympic Stadium, arena bersejarah yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1956 dan kembali ke panggung Olimpiade dan Paralimpiade pada 2026, setelah tujuh dekade.

Pesta olahraga itu resmi dibuka pada 6 Maret dan menampilkan 79 nomor pertandingan dalam enam cabang olahraga (cabor) yang terbagi dalam tiga klaster kompetisi.

Cabang olahaga para ski alpen, para seluncur salju, dan curling kursi roda digelar di Cortina. Para biatlon dan para ski lintas alam diadakan di Val di Fiemme, sementara para hoki es berlangsung di Milan.

Dengan lebih dari 600 atlet dari 55 kontingen, Paralimpiade Musim Dingin 2026 menandai peringatan ke-50 sejak edisi perdananya digelar pada 1976.

Itu menjadi pelaksanaan pertama ajang tersebut diselenggarakan di Italia sejak Turin 2006. El Salvador, Haiti, Montenegro, Makedonia Utara, dan Portugal semuanya melakukan debut Paralimpiade Musim Dingin mereka di Milan-Cortina.

"Paralimpiade Musim Dingin ini telah mencetak kesuksesan yang memecahkan rekor. Paralimpiade Musim Dingin terbesar dan terindah dengan lebih banyak atlet, lebih banyak negara, lebih banyak perempuan, dan lebih banyak liputan siaran dan digital global daripada sebelumnya," kata Parsons dalam pidato penutupannya.

"Setiap perlombaan dan setiap pertandingan menceritakan sebuah kisah, kisah tentang ketahanan dan kisah tentang peluang. Sebuah kisah yang akan terus menginspirasi setelah Paralimpiade ini berakhir. Perubahan dimulai dengan olahraga dan kekuatan sejati Paralimpiade ini jauh melampaui kompetisi," tutur dia menambahkan.

China menduduki puncak klasemen akhir perolehan medali dengan 15 medali emas, 13 medali perak, dan 16 medali perunggu, menandai penampilan terbaiknya di Paralimpiade Musim Dingin yang diadakan di luar negeri.

Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan 13 medali emas, lima medali perak, dan enam medali perunggu, diikuti oleh Rusia di posisi ketiga dengan delapan medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Tuan rumah Italia berada di posisi keempat dengan tujuh medali emas, tujuh medali perak, dan dua medali perunggu.

Atlet para ski lintas alam dan biatlon Cai Jiayun serta atlet curling kursi roda Wang Meng bertugas sebagai pembawa bendera China pada upacara penutupan.

Cai (25) memenangkan medali emas pertama untuk China di Paralimpiade Musim Dingin Milan-Cortina dan mengakhiri kompetisi dengan meraih total tiga medali emas para biatlon.

Dalam cabor curling kursi roda nomor ganda campuran, nomor yang baru diperkenalkan di Paralimpiade Musim Dingin, Wang (37) dan rekan setimnya Yang Jinqiao (24), memenangkan medali emas bersejarah bagi China.

"Saat obor Paralimpiade dipadamkan, semangat yang diwakilinya tidak akan pudar. Semangat itu ikut pulang bersama setiap atlet, setiap penonton, dan setiap pemirsa, setiap orang yang menonton malam ini terinspirasi oleh hari-hari yang luar biasa ini," kata Parsons.

Upacara tersebut juga mengenang kembali momen-momen emosional dari Paralimpiade 2026 dan memberikan penghormatan kepada pihak penyelenggara, sukarelawan, dan semua peserta. Bendera Paralimpiade pun diserahkan kepada tuan rumah Paralimpiade Musim Dingin Alpen Prancis 2030.

"Saya menyerukan kepada para atlet Paralimpiade dari seluruh dunia untuk bertemu kembali di Pegunungan Alpen Prancis empat tahun lagi, di mana sekali lagi, olahraga Paralimpiade akan mengubah dunia," ujar Parsons.

Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |