Jakarta (ANTARA) - Tim para panahan Indonesia akan berlaga pada turnamen di India sebelum mereka berangkat ke Jepang untuk bermain di Asian Para Games 2026 pada 18-24 Oktober.
Dikutip dari keterangan resmi, Senin, turnamen di India tepatnya di Ahmedabad ini bernama Hyundai World Archery Para Series 2026 pada 5-9 September. Ajang ini sangat penting untuk memburu poin guna membuka peluang lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028.
Sebelum ke India, para panahan Indonesia baru saja mengikuti ajang Para-meter Archery Indonesia Open 2026 di Lapangan FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Solo, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (7-8/8).
Di ajang ini, tim Indonesia menjadi juara umum setelah meraih dua medali emas dan satu medali perak. Dua emas dimenangkan oleh Ken Swagumilang pada nomor individu dan mixed team ketika berpasangan dengan Teodora Audi Ayudia Ferelly, sementara satu perak dipersembahkan oleh pasangan Kholidin dan Noviera Ross pada nomor mixed team recurve.
Baca juga: Kholidin incar emas Asian Para Games 2026
Para panahan Indonesia bersaing dengan atlet-atlet non disabilitas di ajang ini. Total dari 65 peserta yang bersaing, ada 40 peserta yang berstatus non disabilitas.
"Biasanya mereka bertanding dengan sesama atlet disabilitas, kali ini didatangkan atlet yang non disabilitas. Artinya pertarungan mental di ajang ini sangat membantu atlet-atlet para panahan Indonesia menuju kejuaraan yang lebih besar," kata pelatih para panahan Indonesia Idya Putra Harjianto.
Idya juga menjelaskan, ada beberapa penyesuaian peraturan lomba yang sengaja dibuat untuk melatih konsentrasi para atlet Indonesia. Salah satunya adalah penggunaan satu bantalan untuk tiga peserta, dari biasanya dua peserta.
Tak ketinggalan adalah penggunaan panggung alternate shoot mulai babak kedua. Alternate shoot menjadi salah satu bahan evaluasi tim pelatih saat mengikuti kejuaraan dunia di Novemesto, Republik Ceko, 29 Juni-4 Juli 2026 lalu. Kala itu, para pemanah Indonesia terlihat lebih nervous karena tidak terbiasa bertanding di panggung alternate shoot.
Baca juga: Ken Swagumilang raih dua emas di Para-meter Archery Indonesia Open
"Kita memberlakukan sistem alternate shoot yang jarang dijumpai di Indonesia. Dari sinilah kita akan membiasakan diri menuju panggung alternate yang akan digunakan saat kejuaraan dunia dan Asian Para Games," ungkap Idya.
Sementara itu, ketua penyelenggara Para-meter Archery Indonesia Open 2026, Rameez Ali, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan penting. Selain menguji kesiapan sebelum bertanding di Asian Para Games 2026, NPC Indonesia juga ingin mempertemukan para pemanah disabilitas dengan non disabilitas.
"Melalui ajang ini kami ingin menambah solidaritas antara pemanah disabilitas dan non disabilitas, yang mana selama ini mungkin belum pernah bertanding bersama, terutama di kejuaraan nasional. Maka dari itu, NPC Indonesia berinisiatif mengadakan kejuaraan ini untuk upaya solidaritas," ucap Rameez.
Tak ketinggalan adalah menumbuhkan minat untuk berprestasi di cabang olahraga para panahan. Di kejuaraan ini, ada sederet atlet disabilitas yang datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat hingga Sumatera Barat.
Baca juga: Indonesia juara umum para panahan APG 2025 Thailand
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































