Jakarta (ANTARA) - Perusahaan penyedia layanan air bersih, PAM Jaya, menyiagakan mobil tangki air di wilayah yang terdampak penghentian sementara akibat perbaikan jaringan.
Direktur Operasional PAM Jaya Syahrul Hasan mengatakan PAM Jaya berupaya agar pelanggan tetap mendapat bantuan air darurat selama periode perawatan pada instalasi pengolahan air (IPA) Hutan Kota yang saat ini dilakukan PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP).
“Perawatan IPA Hutan Kota langkah penting untuk menjaga keandalan layanan air minum perpipaan dalam jangka panjang. Selama proses tersebut, kami memastikan pelanggan tetap mendapatkan pelayanan terbaik melalui penyediaan mobil tangki gratis, serta pemberian kompensasi bagi pelanggan terdampak. Kami berharap langkah-langkah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan," kata Syahrul dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Selain mengirimkan mobil tangki air, PAM Jaya juga memasang sejumlah tandon air dengan kapasitas 5.000 liter dan 1.000 liter untuk menampung air sementara di beberapa titik lokasi yang terdampak, termasuk di Cengkareng, Jakarta Barat.
Syahrul mengatakan PAM Jaya juga memberikan kompensasi khusus bagi pelanggan penerima Kartu Air Sehat yang terdampak berupa pengurangan tagihan air pada bulan berjalan sebesar maksimal Rp50 ribu.
Ia menambahkan pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama proses perawatan berlangsung.
Perusahaan mengoptimalkan proses pekerjaan agar distribusi air perpipaan dapat kembali normal secepatnya, serta mengimbau pelanggan yang membutuhkan bantuan maupun informasi lebih lanjut untuk menghubungi Call Center PAM Jaya.
Sebelumnya, sejumlah warga di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, melakukan sejumlah antisipasi akibat penghentian sementara air PAM mulai Jumat (17/7) hingga Rabu (22/7).
Salah satu warga RT 08 RW 06 Cengkareng Barat, Yanti (42), yang mendapatkan informasi pemadaman air dari Ketua RW setempat, mengaku telah menyiapkan wadah-wadah yang tersedia di rumahnya untuk menampung air.
Tak hanya ember, galon-galon kosong pun ikut diisi dengan air karena Yanti tak punya toren atau tandon air.
"Hanya satu tong dan tiga ember, serta galon-galon yang kosong. Galon kosong hanya ada empat yang bekas-bekas," kata Yanti pada Kamis (16/7).
Kendati air berpotensi mati sampai Rabu (22/7), Yanti berharap pemadaman tidak memakan selama itu karena kebutuhan air yang mendesak setiap harinya.
Jika persediaan air habis, ia berencana membeli air keliling seharga Rp5 ribu per jeriken atau meminta air dari mushalla di seberang rumahnya yang masih menggunakan air tanah.
Baca juga: Potensi gangguan air PAM, warung makan di Jakbar cemaskan operasional
Baca juga: Air PAM berpotensi mati, warga Cengkareng Jakbar bersiap
Baca juga: PAM Jaya siapkan mobil tangki gratis saat perawatan IPA Hutan Kota
Baca juga: PAM Jaya lakukan perawatan IPA Hutan Kota, tujuh kelurahan di Jakbar terdampak
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































