Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero), mencatat serapan tandan buah segar (TBS) petani sawit sebesar 3,25 juta ton sepanjang 2025.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko mengatakan serapan tersebut berasal dari produksi petani plasma dan swadaya yang bermitra dengan perusahaan di berbagai wilayah operasional PalmCo.
“Tahun lalu dari total 12,26 juta ton TBS yang diolah, sebesar 3,25 juta ton merupakan produksi petani, baik swadaya maupun plasma,” kata Jatmiko dalam keterangannya, Jakarta, Selasa.
Ia menyebutkan angka tersebut meningkat sekitar 16 persen dibandingkan capaian 2024. Serapan berasal dari ratusan kemitraan koperasi unit desa (KUD) dan lembaga pekebun di tujuh regional PalmCo, yang melibatkan belasan ribu petani di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Menurut Jatmiko, peningkatan serapan TBS kebun rakyat tidak hanya berkaitan dengan pasokan bahan baku industri, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi petani.
“Kemampuan perusahaan maupun industri untuk menyerap hasil panen akan berbanding lurus dengan harga hingga pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Dari sisi petani mitra binaan, produktivitas kebun menunjukkan tren positif. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan membina belasan ribu petani dengan rata-rata produktivitas TBS berada di atas standar nasional, dengan pertumbuhan produktivitas petani plasma mencapai 19–20 persen.
Ia menambahkan, serapan TBS kebun rakyat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan sawit nasional, mengingat petani menguasai lebih dari 30 persen total luasan kebun sawit di Indonesia.
“Petani merupakan tulang punggung produksi sawit nasional. Karena itu, kepastian serapan dan kemitraan yang sehat menjadi kunci,” tutur dia.
Selain itu, Jatmiko menyebut PalmCo mendukung keberlanjutan kebun rakyat melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Sepanjang 2025, realisasi rekomendasi teknis PSR yang difasilitasi perusahaan mencapai 23.188 hektare.
Menurutnya, melalui program tersebut PalmCo berperan sebagai mitra pendamping petani, mulai dari aspek teknis hingga memastikan kebun hasil peremajaan kembali produktif dan terhubung dengan rantai pasok industri.
Perusahaan mengatakan dukungan terhadap petani sawit akan terus diperkuat seiring upaya perseroan menjaga kesinambungan pasokan bahan baku industri.
Dengan penguatan kemitraan tersebut, PalmCo menargetkan keberlanjutan industri sawit nasional dapat berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas kebun rakyat serta kesejahteraan petani di wilayah operasional perusahaan.
Baca juga: PTPN IV PalmCo catat 23,3 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan fatal
Baca juga: PalmCo perkuat digital logistik terintegrasi tekan biaya operasional
Baca juga: PTPN siap hilirisasi gambir sesuai arah kebijakan Presiden Prabowo
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































