Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyebutkan bahwa operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di area kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, akan segera dilakukan pada Minggu (5/7).
"Awalnya ini belum ada (potensi awan) gitu. Jadi kemungkinan dari BMKG tadi konfirmasi bahwa besok Minggu (5/7) kemungkinan akan ada hujan tipis-tipis," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono di Tangerang, Sabtu.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan tim Besar Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah II bahwa potensi pertumbuhan awan pada periode awal Juli 2026 ini menunjukkan adanya hujan ringan.
Sehingga, lanjutnya, pihaknya bersama lembaga terkait untuk memutuskan melakukan rekayasa cuaca agar bisa mempercepat dalam penanganan pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin.
Baca juga: BNPB sudah sebar 11 ton garam di langit Aceh untuk atasi karhutla
"Sehingga mungkin atau dimungkinkan untuk melakukan operasi TMC besok. Kita akan melakukan bersama BNPB dan BMKG," ucapnya.
Ia bilang, dalam penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin tidak bisa dilakukan secara cepat, mengingat karakteristik kondisi kedaruratan seperti halnya kebakaran lahan gambut. Dimana, titik-titik api berada di permukaan yang paling dalam hingga prosesnya harus dilakukan secara maksimal.
"Ini karakteristiknya mirip seperti kebakaran lahan gambut, karena mungkin di atasnya terlihat sudah padam, tetapi ketika kita lihat di bagian bawahnya ini masih ada api. Jadi kapan saja bisa terus kebakaran, dan karena ada CH_4, bisa ada potensi ledakan," ungkapnya.
Dalam hal ini, melalui penanganan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penerapan metode inject atau dengan cara menyuntikkan air secara langsung ke dalam titik api di bawah permukaan area kebakaran TPA Jatiwaringin. Menurutnya, penerapan metode inject dinilai efektif dalam percepatan penanganan kebakaran di TPA tersebut.
Baca juga: Bantu padamkan kahutla, BNPB tabur satu ton garam di langit Aceh Barat
"Tetapi yang tidak kalah penting, yaitu apa yang dilakukan oleh Manggala Agni. Kami berterima kasih juga dengan Kementerian Kehutanan yang telah membantu kami dalam memadamkan api ini," tuturnya.
Ia menyampaikan, pelaksanaan metode penyuntikan air ke titik api ini nantinya dilakukan langsung oleh petugas gabungan baik itu Damkar hingga Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan yang saat ini telah diterjunkan sebanyak 30 personel.
Selain itu, proses pemadaman kebakaran turut juga dilakukan pengoptimalan penyiraman air dari udara dengan menggunakan helikopter water bombing.
Dimana, saat ini dari ke dua helikopter jenis MI-8AMT terus dioperasikan dengan menggunakan kantung berkapasitas 4.000 liter untuk memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin tersebut.
"Mereka ini ahli dalam memadamkan gambut, jadi yang serupa dengan TPA ini. Karena TPA ini mungkin bukannya tidak efektif, tapi kurang efektif kalau diairin dari atas aja. Karena di bawahnya tetap kebakaran, sehingga kita butuh bantuan Manggala Agni untuk melakukan inject sampai ke titik di bawah," kata dia.
Baca juga: BNPB gelar operasi modifikasi cuaca di langit Aceh Barat
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































