Ombudsman Kepri nilai konsep asrama Sekolah Rakyat SD perlu dievaluasi

1 month ago 30
Ke depan perlu ditinjau ulang, terutama untuk anak kelas 1 sampai 3 SD yang mengikuti sistem boarding school. Dari temuan kami, usia tersebut relatif sulit beradaptasi dan tak betah

Batam (ANTARA) - Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai perlu diadakan evaluasi untuk konsep boarding school (sekolah berasrama) pada Sekolah Rakyat bagi anak usia Sekolah Dasar (SD), terutama yang berada di bangku kelas 1-3 SD, agar sesuai dengan kesiapan usia anak.

“Ke depan perlu ditinjau ulang, terutama untuk anak kelas 1 sampai 3 SD yang mengikuti sistem boarding school. Dari temuan kami, usia tersebut relatif sulit beradaptasi dan tak betah, ” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri Lagat Siadari saat dikonfirmasi di Batam, Rabu.

Ia menjelaskan pada praktiknya banyak siswa usia dini yang tidak betah tinggal di asrama. Di Tanjungpinang dan Natuna, sebagian anak memilih pulang dan bahkan dijemput orang tuanya karena belum siap berpisah.

Baca juga: Kepri mendapat tiga alokasi Sekolah Rakyat permanen

“Anak umur 6-7 tahun itu rata-rata belum siap boarding. Ada yang baru beberapa waktu sudah minta pulang,” katanya.

Ia menyampaikan saat ini Sekolah Rakyat belum ada di Batam dan tidak direncanakan berdiri di kota tersebut. Hingga kini program ini baru berjalan di tiga wilayah, yakni Tanjungpinang, Natuna, dan Anambas.

Ia mengatakan Sekolah Rakyat Tanjungpinang, dari kuota 100 siswa, tercatat sekitar 25 anak mengundurkan diri dan meminta pulang. Saat ini pihak sekolah masih mencari pengganti.

Baca juga: Sekolah Rakyat terintegrasi resmi dimulai di Kota Tanjungpinang Kepri

Kondisi serupa sempat terjadi di Natuna, kata dia, meski kini jumlah siswa kembali hampir penuh dengan sekitar 95 anak setelah dilakukan penggantian.

Berdasarkan kondisi tersebut, Ombudsman Kepri mendorong agar ke depan sistem sekolah berasrama lebih difokuskan pada siswa kelas 4 hingga 6 SD. Sementara untuk kelas 1-3, pola pendidikan non-boarding dinilai lebih sesuai.

“Sarana dan prasarana relatif baik, anak-anak mendapat fasilitas lengkap seperti laptop dan seragam. Namun persoalan utama tetap pada kesiapan usia anak untuk sistem boarding,” katanya.

Baca juga: Kemensos siap lengkapi perangkat operator & wali asrama Sekolah Rakyat

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |