Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin menilai normalisasi Kali Ciliwung mampu menekan risiko banjir di ibu kota hingga 40 persen.
“Kalau kita bisa mengendalikan Ciliwung, maka kita bisa menyelesaikan persoalan DAS (daerah aliran sungai) Ciliwung sebesar 40 persen di DAS Ciliwung,” kata Ika di Jakarta Timur, Kamis.
Dia menjelaskan Sungai Ciliwung mengalir dari hulu di kawasan Bogor menuju Jakarta. Sepanjang alirannya, terdapat 13 aliran anak sungai atau cabang sungai yang bermuara ke Ciliwung.
Setiap aliran itu membawa air hujan atau aliran dari daerah hulu ke Ciliwung. Akibatnya, Ciliwung menjadi sungai kunci dalam sistem pengendalian banjir di Jakarta.
Ika mengatakan jika Ciliwung berada dalam kondisi siaga, misalnya debit air tinggi akibat hujan deras, maka lima wilayah Jakarta akan ikut terdampak banjir.
Oleh sebab itu, normalisasi kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti pada 2017.
Proyek normalisasi itu terbagi menjadi dua segmen. Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan MT Haryono dengan panjang sungai sekitar 7,01 kilometer.
Pada segmen tersebut, direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer, dengan realisasi hingga saat ini mencapai sekitar 8,24 kilometer.
Segmen kedua membentang dari Jalan MT Haryono hingga Jalan TB Simatupang dengan panjang sungai sekitar 12,89 kilometer. Pada segmen ini direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 18,70 kilometer dengan realisasi sekitar 8,90 kilometer.
Secara keseluruhan, dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang 33,69 kilometer, telah terealisasi sekitar 17,14 kilometer.
Baca juga: Sungai Ciliwung meluap, 11 RT di Jaksel dan Jaktim terendam banjir
Baca juga: Banjir Jakarta, ketinggian air di Cawang 2,5 meter
Baca juga: Banjir Jakarta, kiriman dari Ciliwung rendam Kebon Pala hingga 130 cm
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































