Tiga kota di China raih penghargaan PBB terkait tata kelola limbah

5 hours ago 3

Beijing (ANTARA) - Tiga kota di China, yakni Hangzhou, Sanya, dan Suzhou, pada Jumat (27/3) mendapatkan pengakuan dari dewan penasihat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena telah mengambil langkah-langkah berani dan ambisius dalam mengurangi limbah dan memajukan ekonomi sirkular.

Ketiga kota tersebut termasuk di antara 20 kota di seluruh dunia yang masuk dalam inisiatif perdana "20 Kota Menuju Nol Limbah" (20 Cities Towards Zero Waste), yang dipimpin oleh Dewan Penasihat Sekretaris Jenderal PBB tentang Nol Limbah dengan dukungan Program Pemukiman Manusia PBB (UN-Habitat) dan Program Lingkungan PBB (UNEP) yang berkantor pusat di Nairobi, Kenya.

Pengakuan ini diberikan atas pengembangan rencana pengelolaan limbah yang berorientasi ke depan menjelang Hari Tanpa Sampah Internasional yang diperingati pada 30 Maret.

Inisiatif ini bertujuan untuk menyoroti kota-kota yang menunjukkan pendekatan inovatif dalam mengurangi limbah, mendorong solusi ekonomi sirkular, dan membangun sistem perkotaan yang lebih berkelanjutan, tangguh, dan inklusif, papar pernyataan bersama UNEP/UN-Habitat yang dirilis di Nairobi.

Kota-kota yang terpilih, termasuk ketiga kota dari China tersebut, aktif di bidang-bidang seperti pencegahan limbah makanan, pengelolaan sampah organik, daur ulang inklusif yang disesuaikan untuk pekerja informal, dan advokasi masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku.

Anaclaudia Rossbach, selaku direktur eksekutif UN-Habitat, menyatakan bahwa inisiatif tersebut menunjukkan bagaimana aksi di tingkat lokal, yang didukung tata kelola yang kuat dan kemitraan, dapat mempercepat peralihan menuju sistem perkotaan yang lebih tangguh, sirkular, dan inklusif.

Inger Andersen, direktur eksekutif UNEP, memuji model tanggung jawab produsen yang kuat di Suzhou dan kota-kota lain di dunia, yang telah membantu mengatasi polusi dan krisis limbah sekaligus menata ulang perekonomian melalui inovasi, sirkularitas, dan kesetaraan.

Menurut pernyataan tersebut, umat manusia menghasilkan lebih dari 2,1 miliar ton limbah padat dan limbah perkotaan setiap tahunnya, menjadikan kota-kota sebagai bagian penting dalam upaya global untuk mengatasi krisis limbah serta dampaknya terhadap iklim, keanekaragaman hayati, kesehatan masyarakat, dan penghidupan.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |