Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berlangsung selama tiga jam dalam rangka silaturahmi Idul Fitri 1447 H sekaligus berdiskusi dinamika geopolitik dan isu strategis global.
"Pertemuan berlangsung sekitar 3 jam sejak 16.00 sampai dengan 19.00 WIB. Selanjutnya Presiden Prabowo mengantar keberangkatan PM Anwar lbrahim di mobil yang sama menuju bandara Halim,” kata Seskab Teddy dikutip dari BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Jumat.
Teddy menjelaskan pertemuan yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta itu berlangsung hangat dan mencerminkan kedekatan personal kedua pemimpin.
“Suasana pertemuan berlangsung hangat. Dalam obrolan akrab itu, keduanya bersilaturahmi Lebaran sekaligus berdiskusi mengenai dinamika geopolitik di Asia Barat, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama,” ujar Teddy.
Menurut dia, intensitas pembicaraan selama tiga jam itu menunjukkan kedalaman dialog antara kedua pemimpin dalam merespons situasi global yang terus berkembang.
Kedekatan personal antara Presiden Prabowo dan PM Anwar juga terlihat hingga akhir pertemuan, termasuk saat keduanya meninggalkan Istana menuju bandara dalam satu kendaraan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan koordinasi bilateral di tengah tantangan geopolitik global yang dinamis.
Selain itu, kunjungan PM Anwar ke Jakarta turut mempertegas hubungan erat antara Indonesia dan Malaysia, dalam konteks hubungan antarnegara maupun kedekatan antar pemimpin.
Pemerintah memandang dialog intensif seperti ini penting untuk memperkuat kerja sama strategis serta menyelaraskan pandangan dalam menghadapi berbagai isu regional dan global.
Baca juga: Satu mobil, Prabowo antar langsung kepulangan Anwar Ibrahim ke Halim
Baca juga: Prabowo dan PM Anwar silaturahmi Idul Fitri di Istana Merdeka
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































