Lubuk Basung (ANTARA) - Rasa kepedulian terhadap penyintas bencana alam banjir bandang dan longsor di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus bertahan hingga saat ini salah satunya dari Yayasan Naajiya Peduli.
Yayasan yang berasal dari Kabupaten Pasaman Barat ini masih menyediakan 300 bungkus nasi untuk penyintas dan petugas yang melakukan percepatan pembangunan hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Dengan membuat dapur umum di lokasi pengungsian, Naajiya Peduli ingin memastikan penyintas memperoleh makanan setiap harinya meskipun sudah ada dapur umum dari TNI.
Naajiya Peduli menyediakan makan di dapur umum dan dibagikan ke penyintas setiap siang dan malam.
Mereka memberdayakan pekerja lokal untuk memasak sebanyak lima orang dengan memakai bahan keamanan lokal sekitarnya seperti ikan dan sayuran.
Naajiya Peduli menyediakan 300 bungkus nasi saat ini untuk penyintas dan pekerja di lokasi pengungsian dan huntara. Sebelumnya mereka menyediakan sampai 1.000 bungkus nasi.
"Sehari setelah bencana alam melanda Palembayan tepatnya pada 28 November 2025, Naajiya Peduli telah hadir di lokasi pengungsian. Alhamdulillah sampai saat ini masih bertahan," kata Koordinator Naajiya Peduli di Salareh Aia Palembayan, Taufik Eldrian, Sabtu.
Dia menilai meskipun saat ini kondisi bencana alam di Palembayan sudah mulai berangsur pulih namun masih ada penyintas yang membutuhkan uluran tangan semua pihak di masa rehabilitasi dan konstruksi ini.
Kolaborasi semua pihak masih sangat dibutuhkan mulai dari penyediaan makanan, pembersihan material banjir bandang, pembangunan hunian sementara, percepatan pembangunan jembatan sampai perbaikan sarana irigasi warga.
Selain menyediakan dapur umum, Naajiya Peduli juga menyalurkan sembako, air bersih dan memberikan siraman rohani melalui sholat berjamaah dan ceramah agama di Musholla Hidayah SDN 05.
"Kita telah memperbaiki musholla sehingga aktifitas keagamaan seperti sholat berjamaah, sholat Jumat dan pengajian sudah bisa dilakukan. Pemulihan mental terhadap penyintas sangat diperlukan untuk menghilangkan trauma mereka," katanya.
Aksi kepedulian mereka ini dibantu oleh para donatur dan berkolaborasi dengan gabungan Non-Governmental Organization atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) As Sunnah.
Salah seorang penyintas Romi (43) mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang peduli kepada mereka hingga saat ini.
"Alhamdulillah persoalan makan dan kebutuhan lainnya tidak ada kendala. Selain dari pemerintah, TNI,Polri juga datang dari yayasan dan relawan yang terus berdatangan dan bertahan sampai saat ini," katanya.
Hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan sebanyak 117 unit yang terbagi dalam 25 barak.
"Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam penanganan bencana alam ini. Mudah-mudahan Agam kembali bangkit," kata Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal.
Banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Agam, Kamis (27/11). mengakibatkan warga meninggal dunia 166 orang, hilang 36 orang, rumah rusak 2.284 unit, sekolah terdampak 121 unit dan fasilitas lainnya.
Kerugian dampak bencana melanda 16 kecamatan tersebut sekitar Rp6,51 triliun.
.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































