Museum Nasional dongkrak kunjungan lewat program berorientasi publik

1 week ago 11

Jakarta (ANTARA) - Unit dari Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya (MCB) yakni Museum Nasional Indonesia menghadirkan program berorientasi pada publik untuk menjadikan museum sebagai ruang edukasi serta ekspresi kebudayaan.

"Kalau kita menjawab apa sih museum modern itu, adalah museum yang dalam pengelolaannya melibatkan aktif publiknya," ujar Penanggung Jawab Museum Nasional Indonesia Muhammad Rasyid Ridlo dalam rapat dengat pendapat dengan Komisi X DPR RI yang dipantau secara daring dari Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa pengelolaan museum saat ini diarahkan agar masyarakat tidak hanya datang untuk melihat koleksi, tetapi juga dapat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

Baca juga: Menbud: Museum ITB standar baru permuseuman nasional

Baca juga: MCB siapkan paspor museum dan cap untuk tarik kunjungan wisatawan

Secara realistis, program yang dihadirkan dengan melibatkan komunitas, seniman, pelaku industri kreatif, hingga kelompok penyandang disabilitas salah satunya melalui program Mantra (Musik, Nada dan Tradisi).

Kemudian program pengembangan musik dan memberi ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas di museum.

Museum Nasional juga membuka pemanfaatan ruang museum sebagai lokasi berbagai kegiatan seperti pertunjukan gamelan, tari dan aktivitas seni lainnya serta mengembangkan berbagai lokakarya yang disesuaikan dengan tema koleksi maupun ruang pamer yang tersedia.

Lebih jauh, untuk meningkatkan akses publik, Museum Nasional juga berbenah dengan memperpanjang waktu kunjungan pada waktu dan hari tertentu.

Pihaknya juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengunjung terutama dalam pembelian tiket masuk, mengakses informasi layanan hingga pada konservasi koleksi museum juga pengelolaan dan pelindungan koleksi.

Upaya penguatan narasi koleksi juga dilakukan dengan menghadirkan konteks yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

"Koleksi ditempatkan dalam konteks yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda," ujar Rasyid.

Baca juga: Menbud: Museum Sriwijaya disiapkan jadi laboratorium riset kebudayaan

Baca juga: Kebaya Indonesia dipromosikan di Museum Seni Asia San Francisco

Baca juga: Artefak yang diserahkan FBI akan disimpan di Museum Nasional

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |