Museum M. Sjafe’i diharapkan mampu menggugah ide dan gagasan

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap institusi yang memiliki nilai sejarah dan warisan salah satunya Museum M. Sjafe’i di kawasan INS Kayutanam tidak hanya menyimpan namun juga menggugah gagasan dalam berbagai karya.

“Museum ini diharapkan bukan hanya menyimpan artefak, tetapi juga menggugah gagasan, pikiran, dan ide-ide yang telah dituangkan dalam buku, karya, bahkan lagu,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Saat melakukan peresmian dan aktivasi Museum M. Sjafe’i (Ungku Muhammad Sjafe’i) di kawasan INS Kayutanam, Padang Pariaman, Sumatra Barat, Menbud berkomitmen dalam merawat, menghidupkan, dan mengembangkan warisan pemikiran tokoh-tokoh besar bangsa di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Adapun INS Kayutanam yang didirikan pada 1926, merupakan salah satu institusi pendidikan paling berpengaruh pada masanya. Oktober 2026 mendatang, INS Kayutanam akan genap berusia 100 tahun, sejajar dengan berbagai institusi pendidikan perintis lainnya di Sumatera Barat seperti Perguruan Adabiah (1915), Sumatra Thawalib (1919), dan Diniyah Putri (1923).

Baca juga: Pameran Adaik Suluah Nagari angkat keragaman budaya Minangkabau

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya pendidikan di Sumatra Barat pada masa itu sudah sangat tinggi. Dari pendidikanlah lahir pencerahan, semangat nasionalisme, persatuan, dan perjuangan merebut kemerdekaan,” tegasnya.

Fadli juga menekankan bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan menjadi pondasi penting dalam membangun karakter, jati diri, serta daya saing bangsa.

“Legacy Ungku Muhammad Sjafe’i, kiprah para alumni INS Kayutanam, serta peran institusi ini dalam sejarah pendidikan nasional merupakan kontribusi besar bagi pembangunan kebudayaan Indonesia," katanya.

Menbud berharap ke depan Museum M. Sjafe’i dan kawasan INS Kayutanam dapat dikembangkan sebagai culture enclave atau kantong budaya pusat edukasi dan kebudayaan melalui kolaborasi antara yayasan, alumni, komunitas seni budaya, serta pemerintah daerah.

“Momentum 100 tahun INS Kayutanam ini harus menjadi titik awal untuk menjadikan legacy Ungku Muhammad Sjafe’i sebagai living legacy warisan yang hidup, terus dikembangkan, dan memberi manfaat bagi generasi masa depan,” tutupnya.

Baca juga: Legenda Indonesia terlibat langsung di Museum Bulu Tangkis Dunia

Baca juga: Museum Nasional ditargetkan bisa menarik 780 ribu pengunjung pada 2026

Baca juga: Menbud tegaskan komitmen revitalisasi Museum Situs Pasir Angin

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |