Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) berupa pedestrian berbentuk melingkar atau "cincin donat" pada pertengahan 2026.
"Saya targetkan paling lambat di pertengahan tahun 2026 bisa 'groundbreaking'," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dalam Forum Jurnalis MRT di Jakarta, Selasa.
Tuhiyat mengatakan, proyek tersebut bertujuan untuk menghubungkan empat kuadran di kawasan Dukuh Atas yang saat ini belum saling terkoneksi. Yakni sisi Gedung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Gedung Landmark Centre, Jalan Kendal–Blora dan Jalan Tanjung Karang.
Jalur pedestrian tersebut dirancang melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter.
Dari total lebar tersebut, kata Tuhiyat, sekitar lima meter dialokasikan untuk area komersial seperti "tenant" (pop-up store), sementara tujuh meter lainnya digunakan sebagai jalur pergerakan pejalan kaki. Fasilitas ini juga akan dilengkapi eskalator untuk mendukung aksesibilitas masyarakat.
Baca juga: MRT Jakarta gandeng tujuh pengembang untuk Fase 2 Timur-Barat
Baca juga: Stasiun Harmoni bakal jadi TOD paling strategis di Jakarta
Tuhiyat menambahkan, proyek "cincin donat" ini masih tahap studi kelayakan (feasibility study) dan desain yang telah berjalan sejak November tahun 2025.
Hal ini mengingat studi kelayakan membutuhkan banyak waktu karena harus memastikan aspek teknis konstruksi, termasuk penempatan pilar dan keberadaan infrastruktur vital seperti pompa air di kawasan tersebut.
"Karena kita punya pilar untuk penyangga pedestrian 'deck'. Pilar di situ ada yang tidak boleh dilakukan, karena ada pompa air dan sebagainya," katanya.
Setelah desain rampung, MRT Jakarta akan masuk ke tahap pembiayaan dengan skema pendanaan direncanakan berasal dari kombinasi ekuitas dan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
“Untuk 'financing'-nya itu memang MRT. Setengahnya kurang lebih dari 'equity'. Setengahnya lagi kami berupaya untuk melakukan skema pinjaman," katanya.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































