Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani mendukung upaya pemerintah yang ingin meredam konflik Amerika Serikat dengan Iran pascaaksi saling serang yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Ya kalau itu bisa dilakukan saya kira sesuai dengan membanggakan, Indonesia untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah," kata Muzani saat ditemui di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin.
Menurut Muzani, Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian dunia karena sudah tertulis dalam Pembukaan UUD 1945.
Upaya mendamaikan yang bisa dilakukan pun bisa melalui beragam hal, kata dia, salah satunya yakni lewat jalur diplomasi tingkat tinggi antara negara.
Muzani mengatakan langkah untuk mendamaikan konflik tersebut harus diperhitungkan dengan matang.
Dia meyakini Presiden Prabowo Subianto sudah memikirkan setiap pertimbangan sebelum memutuskan untuk mendamaikan ke dua negara tersebut.
"Mudah-mudahan itu bisa dilakukan. Tapi kita harus lihat perkembangan dan situasi," jelas Muzani.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Baca juga: Prabowo siap ke Iran redam eskalasi Timur Tengah
Pada kesempatan berbeda, Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.
Salah satu serangan AS dengan Israel berupa tujuh roket yang menghantam Taheran dan dekat dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei.
Kemudian, Iran meluncurkan serangan roket terhadap Israel, dan sejumlah target lain di Qatar, Uni Emirat Arab hingga Bahrain.
Adapun Kementerian Luar Negeri RI mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.
Pada 1 Maret 2026, pihak pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei, dan menyatakan masa berkabung 40 hari serta libur kerja selama seminggu.
Baca juga: Komisi I DPR kecam serangan terhadap Iran dan minta perang diakhiri
Baca juga: Kedubes Iran apresiasi kesiapan mediasi Presiden RI
Baca juga: Komisi XI minta pemerintah siapkan skenario fiskal dampak konflik Iran
Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































