Minat investor semikonduktor naik, HKI siapkan kawasan strategis

6 days ago 3

Bontang, Kaltim (ANTARA) - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyatakan sudah menyiapkan kawasan industri strategis, seiring meningkatnya minat investor asing terhadap industri semikonduktor di dalam negeri.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana dalam pernyataan diterima di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis menyampaikan kawasan industri strategis yang dinilai kompetitif untuk pengembangan semikonduktor, antara lain Kawasan Industri Batamindo, Kawasan Industri Kabil, Kawasan Industri Wirajaja di Batam, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan.

Kawasan-kawasan tersebut kata dia, strategis karena sudah didukung infrastruktur memadai, akses logistik internasional, dan ekosistem industri yang terus berkembang.

“Ini akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperdalam hilirisasi industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri teknologi global,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan minat investor dari beberapa negara terhadap industri semikonduktor di Tanah Air terus berkembang, investor dari Amerika Serikat (AS) misalnya yang pembangunan fasilitas produksinya telah mulai direalisasikan pada tahun ini.

Sementara itu, investor dari Taiwan masih berada pada tahap penjajakan dan negosiasi. Adapun dari China, proses investasi telah berjalan, namun pembangunan fisik yang semula dapat dimulai pada 2025 mengalami keterlambatan karena proses perizinan.

Lebih lanjut dijelaskan Ma'ruf, rencana investasi dari Taiwan dan China memiliki karakteristik berbeda dibanding konsorsium Amerika Serikat-Jerman yang saat ini membangun pabrik semikonduktor di Batam.

Perbedaan meliputi struktur konsorsium, pendekatan teknologi, serta orientasi pasar, namun tetap berada dalam kerangka penguatan basis industri nasional dan integrasi Indonesia ke rantai pasok global.

Dikatakan dia pula, HKI secara aktif mengundang perusahaan semikonduktor dunia untuk membentuk joint venture dengan mitra lokal, sebagai bagian dari strategi hilirisasi bernilai tambah dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

“Skema ini dirancang agar investasi yang masuk tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mendorong percepatan transfer teknologi, penguatan rantai pasok dalam negeri, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataan diterima di Jakarta, Rabu (28/1) menegaskan bahwa semikonduktor merupakan fondasi strategis bagi transformasi industri nasional, terutama untuk mendukung sektor elektronika, otomotif, energi, hingga percepatan digitalisasi industri manufaktur.‎

Katanya, seiring pertumbuhan industri manufaktur dan adopsi teknologi baru, kebutuhan semikonduktor di Indonesia terus meningkat.

Produksi kendaraan bermotor nasional yang telah melampaui satu juta unit per tahun, serta target pengembangan kendaraan listrik hingga ratusan ribu unit pada 2030, menuntut ketersediaan komponen semikonduktor yang andal dan berkelanjutan.‎

Di sisi lain, permintaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop masih didominasi produk impor.‎ Saat ini, Indonesia telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam, serta perusahaan desain integrated circuit (IC).

Namun demikian, Kemenperin menilai penguatan ekosistem semikonduktor nasional masih perlu dilakukan secara menyeluruh, khususnya pada pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta integrasi ke dalam rantai pasok global.‎

Sebagai langkah konkret, Kemenperin menginisiasi program pengembangan ekosistem semikonduktor nasional melalui penguatan desain chip yang selaras dengan kebutuhan industri dan berorientasi pasar global. ‎

Program tersebut telah masuk dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah atau Blue Book 2025–2029 dengan nilai pembiayaan sebesar16,185 juta dolar AS.

Kemenperin mencatat, kawasan industri di Indonesia berhasil menarik investasi hingga Rp6.744,5 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2,35 juta orang dalam lima tahun terakhir.

Baca juga: Kemkomdigi siapkan jalan pengembangan industri semikonduktor

Baca juga: Kemenperin pacu ekosistem semikonduktor, bidik peluang pasar high tech

Baca juga: Anggota DPR dukung Kemenperin bangun industri semikonduktor dan AI

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |