Jakarta (ANTARA) - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 62 Jakarta, Kramat Jati, Jakarta Timur, tetap menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa meski kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara jarak jauh.
Wakil Kepala Sekolah SMAN 62 Jakarta, Rini Astuti mengatakan, distribusi MBG tetap dilakukan karena keputusan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bersifat mendadak sehingga pendistribusian tidak bisa dibatalkan.
"Karena hari ini mendadak, distribusi MBG tidak dapat dibatalkan. Kami mengurangi jumlah paket karena khawatir banyak siswa dan orang tua tidak hadir ke sekolah untuk mengambil jatah MBG," kata Rini di SMAN 62 Jakarta, Jumat.
Menurut dia, kuota MBG yang semula sebanyak 648 paket dikurangi menjadi 400 paket. Pengurangan dilakukan untuk menyesuaikan dengan jumlah penerima yang datang ke sekolah.
"Alhamdulillah murid-murid di sini kebetulan warga sekitar, jadi mereka mau datang. Terlihat juga cukup ramai. Cuma memang awalnya kami kurangi untuk antisipasi saja," ujar Rini.
Baca juga: Banjir Jakarta, sekolah di Jaktim terapkan PJJ hingga 28 Januari
Baca juga: Kapolres Jaksel bantu evakuasi warga terdampak banjir di Pondok Karya
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah mengatur sistem pengambilan dengan meminta siswa dan orang tua membawa wadah makanan dari rumah.
Hal ini dilakukan agar tempat makan milik sekolah tetap berada di lokasi dan tidak terjadi kehilangan.
"Kami buat pengumuman agar orang tua dan siswa membawa tempat makan dan plastik untuk memindahkan menu MBG-nya. Ompreng tetap di sekolah," katanya.
Baca juga: Banjir Jakarta, 8 kuintal CaO disemai untuk modifikasi cuaca
Baca juga: 32 KK terdampak banjir di Pondok Karya
Untuk menu MBG hari ini antara lain nasi, ayam, tahu, buncis dan buah jeruk. Sementara menu tambahan atau snack terdiri dari susu, pisang, telur rebus dan kue.
Salah satu siswa kelas XI A SMAN 62 Jakarta, Kinaya Dwi Juliani (17) mengaku, sudah mendapat informasi sebelumnya terkait pengambilan MBG.
"Diinfokan, disuruh dari rumah bawa tempat makan dan tas. Dapat nasi dan 'snack' juga," kata Kinaya.
Kinaya merinci menu yang diterimanya antara lain nasi, tahu, ayam, jeruk, tumis serta "snack" berupa pisang, telur rebus, kue dan susu. "Alhamdulillah lumayan diambil untuk makan di rumah sambil belajar," katanya.
Baca juga: Banjir Jakarta, kiriman dari Ciliwung rendam Kebon Pala hingga 130 cm
Baca juga: Pram sampaikan duka cita pada pengendara mobil yang tewas saat macet
Wakil Kepala Sekolah SMAN 62 Jakarta, Rini Astuti memberikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 62 Jakarta, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)SMAN 62 Jakarta melaksanakan PJJ bagi seluruh siswa ini mengingat kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta mulai hari ini hingga Rabu (28/1) mendatang.
Pelaksanaan PJJ mulai diberlakukan sejak hari ini hingga Rabu (23/1) untuk memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan di tengah kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang berdampak pada akses ke sekolah.
Proses pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. Guru dan siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui berbagai platform digital, seperti Google Meet, Zoom maupun sistem penugasan daring.
Jam belajar selama PJJ tidak mengalami perubahan. Kegiatan pembelajaran tetap dimulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB, sama seperti saat pembelajaran tatap muka
Selain itu, pihak sekolah memberikan fleksibilitas kepada para guru dalam melaksanakan kegiatan mengajar.
Baca juga: Banjir Jakarta, perusahaan diimbau WFH
Baca juga: Banjir Jakarta, Transjakarta berhenti operasi di tiga area
Guru yang akses rumahnya terdampak banjir diperbolehkan mengajar dari rumah, sementara guru yang tidak terdampak tetap bisa datang ke sekolah
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi karyawan atau pegawai dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk satuan pendidikan menyikapi perkembangan cuaca hingga beberapa hari ke depan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah memberikan persetujuan kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) untuk mengeluarkan surat edaran terkait WFH.
“Saya memberikan persetujuan kepada Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan yang disebut dengan 'Work From Home',” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Jumat.
Tak hanya itu, Pramono juga sudah mengizinkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk mengeluarkan surat edaran terkait PJJ atau "school from home" menyikapi adanya cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































