Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap pertumbuhan industri perfilman Indonesia bisa berkelanjutan dengan dukungan dari semua pihak, termasuk para jurnalis yang menyorot karya-karya film di ruang publik.
"Ekosistemnya tumbuh dengan pesat, dan saya berharap pertumbuhan ini dapat terus berkelanjutan dengan dukungan semua pihak, mulai dari para sineas, penulis, pemain, hingga para jurnalis yang menyoroti dan mengangkat karya mereka ke ruang publik," katanya.
"Industri film merupakan salah satu pilar penting kebudayaan kita," kata Menteri Kebudayaan sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta pada Senin.
Pada acara puncak Festival Film Wartawan (FFW) 2025 di Jakarta pada Minggu (9/11), Fadli menyoroti capaian film-film Indonesia di festival-festival film internasional tahun ini.
"Sepanjang tahun ini film-film Indonesia menorehkan prestasi di Busan International Film Festival, Rotterdam, Berlin, Hong Kong, hingga Cannes," katanya.
"Ini membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu menembus batas dan berperan aktif dalam peradaban dunia, yang sejalan dengan amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 yang mewajibkan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia," ia menjelaskan.
Dia juga mengemukakan peran wartawan dalam sejarah perfilman Indonesia, menyebut Usmar Ismail sebagai figur sentral yang menunjukkan ikatan erat antara jurnalisme, kebudayaan, dan perfilman Indonesia.
"Keduanya sama-sama menulis realitas, menggali nurani, menyalakan imajinasi, dan menyampaikan pesan yang mampu membangkitkan semangat serta memperkaya wawasan masyarakat," katanya mengenai kesamaan jurnalis dan pembuat film.
Baca juga: Film "Pangku" masuk 7 nominasi FFI usai raih empat penghargaan BIFF
Ketua Festival FFW Benny Benke menyampaikan bahwa FFW 2025 mengurasi lebih dari 150 film nasional untuk memilih pemenang penghargaan.
FFW 2025 menobatkan "Sore: Istri Dari Masa Depan" sebagai film drama terbaik, "Santet Segoro Pitu" sebagai film horor terbaik, dan "Tinggal Meninggal" sebagai film komedi terbaik.
Pemeran Acha Septriasa, Fedi Nuril, Mawar De Jongh, Omara Esteghlal, Sheila Dara Aisha, dan Ringgo Agus Rahman menerima penghargaan dalam ajang tersebut.
Selain itu, FFW 2025 memberikan Anugerah Pengabdian Seumur Hidup kepada Ipik Tanoyo dari kalangan pers dan aktris Christine Hakim dari kalangan perfilman.
Baca juga: BPI sampaikan masalah keterbatasan bioskop ke DPR
Baca juga: Kemenekraf bahas tantangan pembajakan film dengan DPR
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































