Menteri Kebudayaan apresiasi pendirian Museum Budaya Madura

1 month ago 19

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon melakukan kunjungan budaya ke Bangkalan, Madura dalam rangka memperkuat pemajuan kebudayaan berbasis kearifan lokal.

Mengawali rangkaian agendanya, Menbud meresmikan Museum Budaya Madura yang berada di Gedung Inovasi Teaching Industri, Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas inovasi pendirian Museum Budaya Madura yang diproyeksikan sebagai pusat dokumentasi, penelitian, dan edukasi budaya, sekaligus memperkuat peran kebudayaan daerah dalam konteks nasional hingga internasional.

“Saya apresiasi sekali apa yang menjadi inisiatif dari Pak Rektor untuk membuat Museum Budaya Madura,” kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Menbud dorong ekosistem seni komedi lewat grup lawak

Menurut Menbud, kehadiran Museum Budaya Madura menjadi penting mengingat masih terbatasnya perguruan tinggi yang memiliki museum, sekaligus berperan strategis dalam pemajuan kebudayaan, khususnya di bidang
permuseuman.

Museum Budaya Madura yang berada di area pendidikan ini diharapkan dapat menjadi pusat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Madura, sekaligus ruang pembelajaran bagi generasi muda serta simpul kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Menbud menegaskan dukungan dan berharap ke depan bisa bekerja sama dalam ekspresi budaya.

Baca juga: Kemenbud serahkan bantuan alat musik bagi musisi jalanan

"Kami siap untuk mendukung dan membantu. Mudah-mudahan museum ini akan berkembang semakin besar, karena saya yakin belum ada Museum Budaya Madura, apalagi yang diinisiasi oleh perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi Sosial dan Budaya UTM, Iskandar Dzulkarnain menyampaikan bahwa berdirinya Museum Budaya Madura merupakan kerja bersama dan sumbangsih dari semua elemen.

Ia turut mengucapkan terima kasih atas sejumlah koleksi yang merupakan hasil hibah dari para budayawan.

Baca juga: Fadli: Angklung bukti keberagaman budaya Indonesia

“Museum ini adalah awal dari proses hilirisasi yang menjadi agenda utama dari pimpinan UTM, Bapak Rektor, bahwa setiap pusat penelitian yang ada di UTM harus berpikir dari hulu ke hilir. Museum Budaya Madura salah satu sumbangsih kami,” kata Iskandar.

Iskandar juga menyampaikan permohonan dukungan untuk penguatan dan pengembangan Museum Budaya Madura agar semakin representatif dan informatif.

“Kami mohon dukungan dari Bapak dan Ibu, bahwa ini adalah awal dari upaya kami untuk melestarikan sejarah Madura,” tambahnya.

Seremonial peresmian dilakukan secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh Menbud Fadli Zon didampingi Rektor UTM, Safi’; Bupati Bangkalan, Lukman Hakim; Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana; dan budayawan, Zawawi Imron.

Baca juga: Menbud: Kartu pos menjadi media dalam merekam sejarah

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan Topeng Bolodewo dari Rektor UTM Safi’ kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Topeng Bolodewo, hibah dari Empu Basriansyah asal Sumenep, menggambarkan tokoh pewayangan Jawa yang gagah, sakti, dan bijaksana.

Museum Budaya Madura menyimpan catatan penting perjalanan sejarah dan kebudayaan Madura, mulai dari periode kolonial hingga perkembangan budaya masyarakatnya.

Koleksi museum ini mencakup beragam artefak bernilai historis, antara lain manuskrip, lukisan, wastra, Topeng Patenteng, senjata tradisional, serta odheng (ikat kepala) khas Madura dari berbagai etnis.

Beberapa di antaranya yakni odheng peredhan, odheng pasondan, odheng gantong re’-kere, serta odheng tongkosan atau bungkusan.

Baca juga: Fadli Zon nilai film bermanfaat sebagai "soft power" majukan budaya

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |