Karawang, Jawa Barat (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, modernisasi pertanian melalui teknologi, mekanisasi, dan penguatan petani menjadi kunci menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan di tengah tantangan global dan perubahan iklim.
"Modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional," kata Mentan dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo yang dihadiri 5000 petani dan penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu.
Dia menyampaikan, penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
“Kita mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.
Baca juga: Mentan: Anugerah Bintang Jasa Utama dari Presiden untuk petani RI
Amran menegaskan, komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.
Panen raya padi di Karawang itu dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan komoditas beras yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.
“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden.
Baca juga: Prabowo dijanjikan Amran Indonesia swasembada jagung dalam waktu dekat
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Swasembada Pangan komoditas beras yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan 5000 petani/penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025). ANTARA/HariantoDalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional.
Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32.
Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional.
Baca juga: Mentan: Swasembada beras berkat kinerja Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.
Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.
“Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa," ucap Kepala Negara.
Presiden juga mengungkap dirinya dijanjikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan swasembada jagung, setelah pada tahun 2025 hingga saat ini Indonesia dinyatakan oleh Presiden swasembada beras.
Baca juga: Mentan Amran tidak masalahkan vertigo demi kawal swasembada beras
"Saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakan akan murah untuk seluruh peternak dan petani," kata Prabowo.
"Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,” tambah Prabowo.
Baca juga: Prabowo umumkan Indonesia resmi swasembada pangan pada tahun 2025
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































