Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam rapat terbatas yang digelar pada Minggu (8/3). Seluruh kementerian diminta melakukan pembenahan secara paralel terhadap sistem.
"Sesuai dengan petunjuk dari Presiden, kita semua diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian kita. Secara paralel, kami semua diminta melakukan pembenahan, melakukan exercise, serta melakukan pengawakan untuk menjalankan program-program prioritas," ujar Prasetyo usai rapat koordinasi di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan evaluasi dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Prasetyo, evaluasi tidak hanya mencakup jumlah pegawai, tetapi juga komposisi, distribusi, serta kesesuaian keahlian dengan kebutuhan program prioritas pemerintah.
Dalam sektor pendidikan, pemerintah meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendesain ulang kebutuhan tenaga pendidik, termasuk distribusi dan bidang studi yang dibutuhkan ke depan.
Sementara itu, di sektor kesehatan, pemerintah menyoroti masih adanya kekurangan tenaga medis di berbagai daerah, terutama wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dari sekitar 10 ribu puskesmas di Indonesia, sekitar 4 ribu di antaranya masih belum memiliki tenaga dokter maupun dokter gigi.
"Kita minta untuk terus melakukan identifikasi terhadap desain kepegawaian kita secara nasional," katanya.
Hadir dalam rapat koordinasi ini antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikana Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, dan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































