Menkomdigi ajak kaum muda bangun ruang digital yang aman dan beretika

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak kaum muda untuk ikut membangun ruang digital yang aman, beretika, serta bebas dari hoaks, ujaran kebencian, dan kejahatan siber.

"Kami mohon dibantu. Bagaimana adik-adik menjadi duta-duta untuk internet yang lebih baik, internet yang lebih sehat," katanya dalam acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sumatera Utara, Sabtu.

Dalam keterangan pers pemerintah, dia menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga ruang digital, mengingat sebagian besar aktivitas penggunaan internet dilakukan secara personal di ruang privat.

Oleh karena itu, dia mengajak kaum muda menjadi duta internet sehat yang berperan aktif dalam upaya menciptakan ruang digital yang aman dan beretika.

Meutya mengemukakan bahwa ruang digital saat ini semakin dipenuhi oleh konten-konten yang mengandung hujatan, kebencian, fitnah, serta informasi tidak benar.

Kondisi tersebut, menurut dia, tidak lepas dari cara kerja algoritma platform digital yang cenderung mengangkat konten yang menarik perhatian lebih banyak pengguna.

"Internet itu seperti pisau bermata dua. Banyak manfaatnya, tetapi juga banyak dampak buruknya jika tidak digunakan dengan bijak," kata Meutya.

​​​​​​​Dia mengatakan bahwa selain mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan risiko.

Ia mencontohkan, ketergantungan terhadap media sosial dapat mengurangi minat generasi muda untuk berorganisasi dan berinteraksi langsung dalam masyarakat.

Padahal, keterlibatan dalam komunitas dan organisasi penting untuk membangun kepedulian sosial, daya kritis, dan tanggung jawab bersama.

Meutya menyampaikan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat untuk menekan masalah-masalah yang bisa muncul akibat penyalahgunaan teknologi digital, termasuk penyebaran hoaks dan narasi provokatif yang bisa menyesatkan publik.

Meutya menyinggung munculnya narasi yang mengaitkan gangguan layanan platform Instagram dengan kebijakan pemerintah.

"Tidak betul Instagram ditutup. Gangguan itu terjadi di banyak negara di dunia, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara ASEAN," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi yang beredar di platform media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Baca juga: Menkomdigi ajak masyarakat jaga ruang digital saat sampaikan aspirasi

Penyidik Madya Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara Kombes Pol. M. Fadris Sangun Ratu Lana mengingatkan bahwa teknologi digital kini juga dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkotika untuk memperluas operasi.

"Kalangan muda menjadi sasaran utama para bandar narkoba," kata dia.

Menurut dia, para pelaku memanfaatkan platform media sosial, aplikasi digital, dan platform gim daring untuk mendekati sasaran mereka.

Oleh karena itu, BNN menekankan pentingnya orang tua mengawasi dan mendampingi anak mengakses internet.

BNN mengajak masyarakat menerapkan prinsip "Tiga Berani", yakni berani menolak ajakan menggunakan narkoba, berani melapor jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba, serta berani menjalani rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.

Baca juga: Pemerintah tingkatkan penindakan kejahatan di ruang digital

Kasubdit Ditressiber Polda Sumatera Utara AKBP Anggi A.P. Siahaan mengatakan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola kejahatan menjadi semakin kompleks.

"Kejahatan adalah bayang-bayang peradaban. Semakin maju suatu peradaban, semakin kompleks pula kejahatan yang menyertainya," kata dia.

Peningkatan penggunaan internet di Indonesia, menurut dia, berkontribusi pada peningkatan risiko kejahatan siber seperti penyalahgunaan data pribadi, penipuan daring, peretasan, dan perjudian daring.

Oleh karena itu, kepolisian melakukan patroli siber untuk memantau dan menindak aktivitas dan konten ilegal di ruang digital.

Acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital juga mencakup pembacaan Deklarasi Anti Kejahatan Digital sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab.

Baca juga: Kemkomdigi ingatkan orang tua untuk dampingi anak mengakses teknologi

Baca juga: Kemkomdigi cegah pemanfaatan ruang digital untuk peredaran narkotika

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |