Banjarbaru (ANTARA) - Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyeleksi sekitar 150 atlet penyandang disabilitas intelektual dari 12 kabupaten/kota melalui Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) menuju Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
"Pemerintah provinsi mendukung penuh pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual melalui penyelenggaraan kompetisi dan program pembinaan yang berkelanjutan," kata Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Pebriadin Hapiz di Banjarbaru, Sabtu.
PeSODa Kalsel tengah berlangsung pada 12-16 Juni dan digelar sebagai wadah mengukur hasil pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual di wilayah tersebut demi menjaring wakil yang bisa dipersiapkan menuju PeSONas 2026.
Menurut Pebriadin ajang tersebut juga memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas intelektual untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang olahraga.
Baca juga: Menko PM dukung SOIna perjuangkan atlet bertalenta khusus Indonesia
Ia menegaskan Pemprov Kalsel berkomitmen menghadirkan ruang olahraga yang inklusif bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan kondisi fisik maupun intelektual sehingga setiap atlet memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
"Tidak ada perbedaan perlakuan antara atlet non-disabilitas, atlet dengan keterbatasan fisik, maupun atlet dengan keterbatasan intelektual, karena semua memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berprestasi," katanya.
PeSONas merupakan ajang olahraga nasional yang diselenggarakan Special Olympics Indonesia bagi atlet penyandang disabilitas intelektual dari seluruh provinsi. Kompetisi tersebut menjadi puncak pembinaan SOIna di daerah sekaligus sarana mengukur kemampuan atlet sebelum bersaing pada level yang lebih luas.
Selain menjadi arena kompetisi dan seleksi, PeSODa juga diharapkan meningkatkan kepercayaan diri para atlet melalui pengalaman bertanding, interaksi sosial, serta kesempatan menunjukkan kemampuan yang dimiliki di hadapan masyarakat sebagai bagian dari penguatan inklusi sosial melalui olahraga.
"Kami berharap para atlet dapat membangun kepercayaan diri dan terus bersemangat. Dari wajah mereka terlihat kebahagiaan dan antusiasme yang luar biasa ketika mengikuti kegiatan seperti ini. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka tetap memiliki ruang untuk berprestasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujar Pebriadin.
Baca juga: Wamen HAM tekankan kolaborasi negara-swasta penuhi hak disabilitas
Baca juga: Jakarta gelar seleksi atlet untuk persiapan PESONAS 2026
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































