Menko IPK sebut program PHTC madrasah sasar 1.397 sekolah

1 day ago 3

Kota Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah menyasar sebanyak 1.397 madrasah di seluruh Indonesia dengan anggaran mencapai Rp4 triliun.

"Program Hasil Terbaik Cepat menjadi prioritas dari Presiden Prabowo Subianto," kata Agus Harimurti Yudhoyono yang akrab disapa AHY di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.

AHY mengatakan bahwa PHTC merupakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah atas Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran.

Menurut dia, program tersebut menyasar sebanyak 1.397 sekolah madrasah di seluruh Indonesia untuk direhabilitasi dan direnovasi dalam rangka meningkatkan indeks pembangunan manusia.

Ia mengatakan pada program tersebut pemerintah telah menyelesaikan sebanyak 548 madrasah yang tersebar di 26 provinsi dengan anggaran kurang lebih sebanyak Rp1,3 triliun.

Sedangkan pada tahap dua yang sifatnya single year contract diselenggarakan di satu provinsi di Kalimantan Barat, kurang lebih anggaran Rp60 miliar dan menyasar 13 madrasah.

"Sementara ada yang sifatnya multi year contract 2025-2026, dan ini yang paling banyak 836 madrasah dan progresnya secara umum per hari ini 62 persen dengan anggaran kurang lebih Rp2,35 triliun," ujar dia.

Sejumlah siswa saat berkegiatan di depan sekolah yang telah direnovasi di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Khaerul Izan

Ia mengatakan PHTC tersebut dilatarbelakangi insiden robohnya bangunan di salah satu Pondok Pesantren yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur, dan menimbulkan korban jiwa.

Untuk itu, pemerintah berupaya memberikan perlindungan bagi para peserta didik dengan merehabilitasi dan merenovasi madrasah.

"Ini adalah sebuah program yang tentunya memiliki urgensi dan kita punya target untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia," katanya menambahkan.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |