Menkes: EMT Muhammadiyah berstandar WHO kuatkan respons bencana

1 month ago 8

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Muhammadiyah memiliki Emergency Medical Team (EMT) yang telah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bagian dari penguatan respons kesehatan pada situasi bencana.

“Saya jadi ingat, EMT Muhammadiyah sudah memenuhi standar WHO, bahkan yang pertama di Indonesia,” kata Budi ketika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dia menyebutkan bahwa EMT merupakan tim medis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan langsung di lokasi bencana. Tim ini terdiri dari tenaga kesehatan terlatih yang disiapkan untuk merespons kondisi kedaruratan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyebutkan bahwa pengembangan EMT di lingkungan Muhammadiyah telah dilakukan sejak 2007 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas medis kebencanaan.

Baca juga: Haedar Nashir: EMT perluas kiprah Muhammadiyah di dunia internasional

“Kami menyiapkan 25 rumah sakit untuk menghadapi keadaan, dan pada akhirnya 86 rumah sakit Muhammadiyah terlibat dalam layanan medis, saat banyak rumah sakit lain ketakutan menangani kondisi pada masa COVID.” ujar Haedar.

Pada tahap awal, pengembangan tim medis tersebut dikenal dengan nama Disaster Medical Committee (DMC) sebelum kemudian berkembang menjadi EMT.

EMT Muhammadiyah berada dalam koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai lembaga di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menjalankan fungsi penanggulangan bencana.

Dia mengatakan, EMT menjadi bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan darurat dalam mendukung sistem penanganan bencana nasional.

Baca juga: Muhammadiyah jadi EMT pertama Indonesia yang terverifikasi standar WHO

Baca juga: EMT Indonesia penuhi standar WHO tangani krisis kesehatan global

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |