Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Taman Nasional diharapkan akan mempercepat upaya pendanaan berkelanjutan bagi 57 Taman Nasional di Indonesia.
“Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis serta mengoordinasikan pelaksanaan Strategi dan Kerangka Investasi Pembiayaan Taman Nasional,” kata Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
“Kedua, revisi terhadap seluruh regulasi yang diperlukan, serta penerbitan regulasi baru apabila dibutuhkan, guna memungkinkan Indonesia bermitra secara efektif dengan sektor swasta,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hal ini senada dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati nasional dan Taman Nasional.
Salah satu implementasi konkret dari arahan tersebut adalah Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Provinsi Aceh yang difokuskan pada perlindungan gajah Sumatera melalui pembiayaan berkelanjutan.
Komitmen ini, lanjut Menhut, bermula dari dialog antara Presiden Prabowo dengan Raja Charles III.
“Dalam dialog Presiden Republik Indonesia dengan Yang Mulia Raja Inggris pada November 2024, Presiden Prabowo berkomitmen menyediakan lahan seluas 20 ribu hektare untuk konservasi gajah. Pada Agustus 2025, komitmen ini diperluas menjadi 90.000 hektare,” kata Raja Antoni.
Menhut juga menjelaskan bahwa PECI dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor, serta menggabungkan pendekatan konservasi, pengelolaan lanskap, dan pemberdayaan masyarakat.
Inisiatif ini, lanjut dia, dirancang sebagai model percontohan (role model) yang ke depan akan direplikasi di wilayah lain di Indonesia dengan tantangan konservasi serupa.
Tidak hanya PECI Aceh, proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional juga dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatera.
“Saat ini kami tengah membangun fondasi yang diperlukan agar Way Kambas dapat menjadi lokasi proyek offset karbon pertama di dalam sistem taman nasional Indonesia yang terbuka bagi Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM),” ujar Raja Antoni.
Sementara itu, Menhut Raja Antoni bergabung dalam forum Minister for Indo Pacific Seema Malhotra di London, (21/1/2026).
Forum ini turut dihadiri Minister for Indo Pacific Seema Malhotra, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.
Baca juga: Seskab: Raja Charles III komitmen bantu perbaiki 57 taman nasional RI
Baca juga: Menhut tegaskan komitmen perlindungan hayati dengan Royal Foundation
Baca juga: Satgas PKH ungkap rencana percepatan pemulihan ekosistem TNTN
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































