Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memperkuat layanan penyeberangan Jawa-Sumatra menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 pada 16 dan 18 Maret guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah.
Dudy mengatakan, dirinya telah meninjau tiga pelabuhan di wilayah Banten, yakni Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Merak, Minggu (15/3) malam, hingga Senin (16/3) dini hari.
"Kami ingin memastikan kelancaran pengelolaan arus penyeberangan Jawa-Sumatra, baik kendaraan angkutan barang maupun penumpang di tiga pelabuhan tersebut," kata Menhub di Jakarta, Senin.
Dia menyampaikan, kondisi Pelabuhan BBJ Bojonegara pada Minggu (15/3) malam terpantau ramai dan lancar, situasi di pelabuhan secara keseluruhan pun tampak aman dan terkendali.
Baca juga: ASDP pastikan kesiapan penyeberangan kapal feri mudik Lebaran 2026
"Seluruh truk telah masuk ke area pelabuhan dan menunggu giliran untuk naik ke atas kapal. Intinya, tidak terjadi penumpukan kendaraan di luar pelabuhan,” ujar Dudy.
Menhub menyebutkan, terdapat 12 kapal yang beroperasi di Pelabuhan BBJ Bojonegara. Menurutnya, jumlah tersebut hingga saat ini masih cukup untuk mengangkut kendaraan logistik yang akan menuju Pulau Sumatra.
Dia menjelaskan, Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan mitigasi apabila terjadi peningkatan jumlah kendaraan angkutan barang yang signifikan di Pelabuhan BBJ Bojonegara.
Diungkapkannya, kendaraan akan diarahkan menuju buffer zone KM 43 dan KM 68 hingga kondisi pelabuhan kembali normal. Mitigasi lainnya, telah disiapkan kantong parkir di kawasan PT BAM yang mampu menampung kendaraan hingga 4.000 unit.
Baca juga: ASDP: 37.877 pemudik menyeberang dari Bali ke Jawa pada H-8 Lebaran
Menhub menyatakan, pihaknya akan konsisten menerapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah disepakati dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kepolisian RI, dalam hal ini terkait pembagian pelabuhan berdasarkan sumbu dan golongan kendaraan.
“Meskipun kondisi di Pelabuhan Merak terbilang lengang, kendaraan logistik golongan 7, 8, dan 9 yang menuju Sumatra tetap akan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara. Kita harus konsisten dengan kesepakatan yang telah dibuat,” tutur Menhub.
Kemudian di Pelabuhan Ciwandan dan Merak, kondisi ramai-lancar disaksikan oleh Menhub Dudy saat melakukan peninjauan. Di dua pelabuhan itu, para pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil hanya mengantre untuk masuk ke dalam kapal dan tidak terjadi penumpukan di luar area pelabuhan.
Berdasarkan data yang dihimpun PT ASDP, lanjut Dudy, realisasi jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra pada H-6 Lebaran mencapai angka 48.286 orang, sedangkan kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada periode yang sama mencapai 4.446 unit.
Baca juga: ASDP: Kesiapan Pelabuhan Bakauheni capai 90 persen hadapi arus mudik
Selanjutnya, jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra pada H-6 Lebaran mencapai angka 6.544 unit, sedangkan jumlah truk yang menyeberang pada periode yang sama mencapai 1.290 unit. Adapun jumlah bus yang menyeberang mencapai 296 unit.
Menhub mengungkapkan, sejauh ini pelayanan yang diberikan oleh operator dan para petugas di lapangan kepada pemudik sudah baik dan terukur. Meski begitu, ia tetap berjanji akan melakukan evaluasi secara menyeluruh apabila terdapat pelayanan yang kurang maksimal kepada masyarakat.
Ia menambahkan, fasilitas di Pelabuhan Ciwandan dan Merak sudah cukup memadai untuk melayani para pemudik. Sejumlah fasilitas telah disediakan, mulai dari tempat istirahat, ruang bermain anak, pos kesehatan, bengkel, hingga warung UMKM yang bisa dimanfaatkan setiap waktu.
Ia juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan terkait agar terus bersinergi untuk memastikan pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran di Pelabuhan BBJ Bojonegara, Ciwandan, dan Merak, dapat berlangsung lancar sesuai rencana operasi.
Baca juga: ASDP tingkatkan operasional kapal perkuat kapasitas layanan Jawa-Bali
Menhub berharap para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan nyaman dan bisa tiba di kampung halaman dengan selamat. Ia juga meminta masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di Selat Sunda.
"Jika terjadi cuaca buruk seperti gelombang tinggi, KSOP harus segera menginformasikan hal tersebut kepada rekan-rekan di lapangan. Dengan begitu, petugas bisa melakukan mitigasi untuk mencegah kepadatan kendaraan yang akan menuju ke pelabuhan,” kata Dudy.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































