Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Andika Putra mengemukakan stok obat-obatan di rumah sakit itu cukup memadai untuk melayani kebutuhan warga pasca-bencana di daerah itu.
"Stok obat-obat sejauh ini aman karena di awal pasca-bencana suplai bantuan banyak yang benar-benar bisa membantu kami," kata dia ditemui rumah sakit itu di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin.
Selain obat-obatan yang bersumber dari bantuan pasca-bencana, kata dia, persediaan obat-obatan di rumah sakit setempat juga masih ada karena tidak terdampak banjir.
Gudang obat-obatan yang berada di lantai dua, kata dia, juga menjadi faktor keuntungan tersendiri karena tidak hanyut terbawa banjir.
Baca juga: BNPB: Disediakan TV untuk rumah huntap korban bencana di Aceh Utara
Sebagian obat-obatan, katanya, memang terdampak banjir karena berada di lantai 1 atau apotek.
"Stok obat-obatan kami saat ini cukup untuk beberapa bulan ke depan," katanya.
Pihaknya juga berencana melakukan pengadaan obat-obatan sehingga persediaan dipastikan lebih memadai untuk memenuhi kebutuhan warga Aceh Tamiang.
Andika menjelaskan bahwa hingga saat ini, pemulihan pelayanan di rumah sakit terus berlangsung.
Tahap pembersihan, kata dia, sudah selesai dilanjutkan dengan perbaikan drainase dan saluran air bersih.
Semua gedung rumah sakit juga dilakukan pembersihan disertai pengecatan yang dibantu pihak PT WIKA dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Dia menjelaskan masih ada kebutuhan fasilitas yang memang harus dipenuhi secara bertahap, seperti tempat tidur yang saat ini baru mencapai 100 unit dibandingkan dengan sebelum bencana 245 unit.
"Kami terus berkoordinasi dengan kementerian untuk mendata dan melengkapi alat-alat faskes yang dibutuhkan rumah sakit," katanya.
Baca juga: Pemkot Padang serahkan bantuan Presiden bagi korban bencana
Baca juga: Kemensos alokasikan 192 paket sembako untuk warga bencana Malalak
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































