Ukraina hentikan aliran minyak Druzhba karena alasan politik

3 hours ago 7

Moskow (ANTARA) - Ukraina mengambil “keputusan politik” untuk menghentikan aliran minyak melalui pipa Druzhba, yang ditunjukkan oleh penolakan Kiev terhadap misi pencari fakta Uni Eropa untuk menilai dugaan kerusakan pada jalur pipa minyak penting tersebut, kata Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto, Senin.

“Menjadi sangat jelas bahwa tidak ada alasan teknis maupun fisik mengapa pasokan minyak tidak dapat kembali disalurkan ke Hongaria melalui pipa Druzhba," kata Szijjarto kepada para wartawan menjelang pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels.

"Ini murni keputusan politik. Kami, pihak Slovakia, bahkan Uni Eropa telah mengajukan inisiatif agar dilakukan kunjungan lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya dari pipa tersebut. Semua usulan itu ditolak,” kata Szijjarto menambahkan.

Pada 27 Januari, Ukraina menghentikan aliran minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia melalui wilayahnya. Sebagai respons, Hongaria memblokir paket sanksi ke-20 Uni Eropa terhadap Rusia serta pinjaman sebesar 90 miliar euro (104 miliar dolar AS) untuk Kiev.

Menteri luar negeri Hongaria itu juga mengatakan bahwa Uni Eropa “tidak akan ke mana-mana” dengan sikap menolak berinteraksi dengan Rusia.

Dia lebih lanjut menyatakan bahwa pemulihan hubungan diplomatik dengan Moskow akan menjadi “langkah maju yang besar.”

“Menutup saluran komunikasi berarti menyerah pada harapan untuk perdamaian. Jika semakin banyak pihak yang mengatakan bahwa saluran komunikasi harus tetap terbuka, maka harapan untuk perdamaian juga akan semakin besar,” ujar Szijjarto.

Sebelumnya, Presiden Finlandia Alexander Stubb menyerukan dialog dengan Rusia.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Desember juga mengatakan bahwa Eropa akan diuntungkan jika kembali membuka dialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pipa Druzhba (Pipa Persahabatan) adalah salah satu jaringan pipa minyak mentah terpanjang di dunia, beroperasi sejak 1964 untuk mengalirkan minyak dari Rusia ke Eropa Timur dan Tengah.

Pipa ini membentang lebih dari 4.000 km, memasok negara-negara seperti Belarus, Ukraina, Polandia, Hongaria, Slovakia, dan Jerman, serta menjadi jalur vital bagi ketahanan energi Eropa Tengah.

Pipa Druzhba mengangkut minyak dari Rusia Siberia Barat melalui dua cabang utama (Utara dan Selatan) dengan kapasitas lebih dari 2 juta barel per hari, meskipun kini beroperasi di bawah kapasitas penuh karena sanksi Eropa.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Rencana AS pulihkan aliran energi Rusia picu kekhawatiran Eropa

Baca juga: Mengenang Jalur Druzbha, saksi bisu Rusia "menghidupi" Eropa

​​​​​​​

Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |