Menekraf dorong industri kreatif animasi hingga musik di Yogyakarta

1 month ago 11

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut industri musik hingga animasi menjadi aset ekonomi kreatif (Ekraf) di Yogyakarta yang perlu didukung sebagai aset kebanggaan bangsa.

“Apa yang ada di Yogyakarta menjadi sesuatu yang perlu didukung sebagai aset bangsa dan kebanggaan Indonesia. Kementerian Ekraf siap melakukan komersialisasi terhadap para pegiat ekraf Yogya yang sudah unggul dalam hal pendidikan, storytelling, sampai monetizing,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Rabu.

Pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Menteri Ekraf mengunjungi Yogyakarta yang terdapat paket lengkap ekonomi kreatif berbasis budaya, sejarah, kuliner, wisata belanja, dan tradisi khas kearifan lokal menjadi daya tarik tersendiri

Pada momen ini, Menteri Riefky bertemu musisi lokal Ndarboy Genk sekaligus meninjau Studio Animasi MSV Pictures di Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Melalui pertemuan dengan Ndarboy Genk yang sudah berkolaborasi dalam Program Akselerasi Kreatif Musik Kementerian Ekraf, subsektor musik terus didorong dalam proses pembuatan video klip, penyelenggaraan konser ke beberapa negara, dan pemberdayaan talenta lokal yang berkelanjutan.

“Saya mengucapkan terima kasih buat seluruh jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif yang mendukung saya sebagai musisi lokal untuk punya kesempatan berkreasi tidak hanya di Suriname, tapi berkolaborasi bersama seniman-seniman tuna netra. Saya berharap Kementerian Ekraf bisa menjadi jembatan yang kembali menggandeng Komunitas Mabes Balker dan komunitas lain untuk terus memonetisasi karya dan memberi kontribusi bagi ekonomi kreatif di Indonesia,” imbuh Ndarboy.

Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif apresiasi pengembang Libere

Beranjak ke studio animasi MSV Pictures AMIKOM Yogya, Menteri Ekraf Teuku Riefky menyoroti peran subsektor film, animasi, dan video dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Menurut Menteri Ekraf, momen libur awal tahun bisa digunakan untuk menata ulang supaya Kementerian Ekraf bisa mengusulkan skema insentif bagi subsektor film, animasi, video, gim, dan aplikasi sehingga membuka lebih banyak peluang investasi tahun 2026.

“Kami meyakini bahwa 2026 bisa menjadi tahun kebangkitan animasi dan industri kreatif di Indonesia sehingga ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Selain itu, penguatan ekosistem ekraf perlu dilakukan terintegrasi melibatkan kolaborasi hexahelix sehingga kampus bisa menjadi ruang penting dalam mempersiapkan talenta-talenta kreatif,” tegas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Keberhasilan Universitas AMIKOM Yogya dalam menghasilkan wirausahawan dan pegiat ekraf lokal terbukti mampu mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis perguruan tinggi yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai pusat pendidikan, riset, dan kewirausahaan.

“Dalam membangun ekosistem kreatif, AMIKOM Yogya tidak hanya menghasilkan lulusan profesional, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha dan konten kreator berbasis ekonomi kreatif yang banyak dikenal. Kami senantiasa menjadikan subsektor film, animasi, dan video sebagai lokomotif yang berdampak secara global,” ujar Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Muhammad Suyanto.

Di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, Menteri Ekraf telah mengunjungi geliat ekraf beberapa kota mulai dari Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Solo.

Baca juga: Menteri Ekonomi Kreatif sampaikan nilai-nilai kepemimpinan ke pelajar

Baca juga: Menekraf siapkan sistem pendanaan film terintegrasi guna perkuat ekraf

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |