Mendagri sebut empat kabupaten di Sumbar butuh perhatian khusus

3 weeks ago 13
Empat dari tadi kondisinya cukup kompleks. Artinya, adanya masalah sarana pendidikan, akses jalan, pasar, PDAM sehingga butuh penanganan teknis

Kota Padang (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian menyebut empat daerah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih membutuhkan perhatian khusus pascabencana yang terjadi di akhir November 2025.

"Kalau melihat petanya memang kita melihatnya agak berat dan butuh atensi (perhatian) khusus untuk empat daerah ini," kata Mendagri RI Tito Karnavian di Kota Padang, Selasa.

Keempat daerah yang mesti mendapatkan atensi khusus tersebut yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Tito mengatakan, atensi khusus tersebut dikarenakan kondisi bencana yang terjadi di empat kabupaten itu tergolong berat dibandingkan kabupaten dan kota lainnya yang sudah mulai berangsur normal.

Baca juga: Tim Pengarah gerak cepat tetapkan rencana aksi rehab rekon Sumatera

Meskipun demikian, ia mengatakan bukan berarti daerah lainnya sudah pulih. Sebagai contoh gangguan akses yang masih terjadi Kabupaten Solok sehingga tetap butuh penanganan.

"Empat dari tadi kondisinya cukup kompleks. Artinya, adanya masalah sarana pendidikan, akses jalan, pasar, PDAM sehingga butuh penanganan teknis dari masing-masing kementerian," kata dia.

Tito mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Danantara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan pemerintah daerah terus berkomitmen untuk memastikan roda penyelenggaraan pembangunan tetap
berjalan secara optimal agar masyarakat tetap produktif.

Mahyeldi mengatakan merujuk data daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor tercatat 307.936 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 264 orang meninggal dunia, 72 jiwa hilang, 401 mengalami luka-luka, dan 10.854 orang terpaksa mengungsi serta 296.345 terdampak bencana.

Baca juga: Mendagri paparkan kondisi jalan dan ekonomi akibat bencana Sumbar

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |