Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan penjajakan kerja sama antarlembaga di bidang pendidikan dan kebudayaan antara Kemenbud, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Universitas Nasional (UNAS) dalam penguatan sumber daya bidang kesejarahan.
“Bidang sejarah ini menjadi salah satu concern atau perhatian dari Pak Presiden. Sebagai contoh, kalau lulusan teknik sering direkrut perusahaan-perusahaan. Seharusnya itu juga bisa dilakukan untuk lulusan sejarah. Kebutuhan sejarah itu harus menjadi salah satu hal yang bisa kita kuatkan kembali,” ucap Menteri Fadli dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu.
Menteri Kebudayaan mengungkapkan bahwa bidang sejarah kini menjadi salah satu perhatian utama Presiden Prabowo Subianto, sehingga diperlukan penyerapan tenaga kerja bagi lulusan sejarah agar dapat bekerja sesuai dengan keahlian dan peminatannya masing-masing.
Penguatan aspek kesejarahan, lanjut Menbud, merupakan sebuah prioritas agar lulusan di bidang sejarah memiliki ruang kontribusi yang lebih luas di tengah masyarakat.
Baca juga: Menbud terima Dubes Rusia, perkuat diplomasi budaya termasuk museum
Menteri Fadli menegaskan bahwa Universitas Nasional (UNAS) merupakan institusi yang memiliki keterikatan historis yang sangat kuat dengan kebudayaan, mengingat universitas tersebut didirikan oleh tokoh budayawan dan sastrawan besar, Sutan Takdir Alisjahbana, seorang pemikir budaya yang sangat berpengaruh bagi bangsa.
"UNAS bagi saya bersejarah, karena salah satu budayawan, seniman, sastrawan yang mendirikan universitas ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana,” imbuh Menteri Fadli.
Lebih jauh, Menteri Fadli turut mendorong pelaksanaan konferensi sejarah nasional tahunan dengan melibatkan para akademisi serta pakar di bidangnya untuk memperkuat narasi Indonesia sebagai pusat ilmu, budaya, dan peradaban.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, turut menekankan pentingnya melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagai program khususnya isu politik dan pelestarian kebudayaan.
“Kami tentu berharap, perguruan tinggi seperti UNAS semakin berkembang dan bersinergi bersama kementerian-kementerian lain. Kita juga bisa melibatkan partisipasi mahasiswa, karena generasi sekarang semakin tertarik kepada politik dan kebudayaan," katanya.
Menteri Kebudayaan berharap adanya sinergi antara Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Universitas Nasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
“Ke depannya, kita ingin UNAS ini juga semakin berkembang, karena ada legasi dari pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana yang menjadi semacam pusat untuk pemajuan ilmu dan kebudayaan,” tutup Menbud.
Baca juga: Komitmen Menbud dalam memperkuat bidang kebudayaan
Baca juga: Menbud tekankan budaya sebagai penopang ekonomi inklusif
Baca juga: Menbud Fadli Zon dorong budaya jadi kekuatan ekonomi masa depan
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































