YSMP siapkan 5.000 paket "menstrual kit" bagi korban bencana Sumatera

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Yayasan Srikandi Merah Putih (YSMP) menyiapkan sebanyak 5.000 paket menstrual kit atau perlengkapan sanitasi menstruasi bagi perempuan korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Vice President YSMP Stefanny Florina mengatakan inisiatif tersebut muncul dari keprihatinan pihaknya sebagai yayasan yang seluruh anggotanya adalah perempuan, terhadap perjuangan para perempuan penyintas bencana di Sumatera.

"Jadi, kami dari Yayasan Srikandi Merah Putih untuk pertama kalinya bekerja sama dengan Global CSR Internasional untuk membantu mengirimkan paket bantuan berbentuk menstrual kit, itu untuk kewanitaan, sebagai bentuk women awareness (kesadaran terhadap perempuan)," kata Florina dalam diskusi bertajuk A Matter of Dignity, Sumatera Relief Initiative di Jakarta, Jumat (6/2).

Selama ini, menurut dia, paket bantuan yang diterima para penyintas di titik bencana umumnya didominasi oleh logistik berupa pangan, sementara kebutuhan spesifik untuk korban bencana perempuan kerap luput dari perhatian.

"Kita akan spesifik memang untuk memperhatikan kebersihan wanita, di mana bantuan yang ada kan selama ini mungkin makanan dan lain-lain. Mungkin untuk bantuan kewanitaan, agak sedikit terbengkalai, makanya kita, karena anggotanya ini perempuan semua, kita pingin lebih ada awareness terhadap perempuan, kesehatan perempuan," ucap Florina.

Baca juga: DKI salurkan 99 ribu porsi makanan untuk korban bencana Sumatera

Menariknya, kata dia, bantuan menstrual kit yang diberikan YSMP itu berbahan ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Jadi, memang yang akan kita distribusikan ini adalah menstrual kit yang reusable (dapat digunakan berulang). Jadi, bisa dicuci, bentuknya bukan seperti pembalut pada umumnya, yang di mana bisa merusak lingkungan," jelas Florina.

Senada, co-Founder YSMP Aurelly menambahkan posisi perempuan sebagai korban di lokasi bencana sangat rentan.

Kebutuhan dasar yang krusial, seperti sanitasi, sering kali tidak dianggap sebagai prioritas utama dibandingkan kebutuhan pokok lainnya.

"Untuk perempuan yang terdampak di Aceh, menurut saya belum banyak yang memperhatikan, ya. Apalagi untuk kebutuhan seperti menstrual kit, itu orang masih tidak melihat itu sebagai hal yang penting. Lebih seperti pangan atau misalkan tempat tidur atau yang lainnya. Tapi untuk kebersihan kewanitaan itu belum," tutur Aurelly.

Pada kesempatan yang sama, aktris sekaligus anggota YSMP Ririn Dwi Ariyanti mengatakan secara teknis, pendistribusian bantuan tersebut dimulai pada April 2026.

Namun, dia menekankan misi utama mereka bukan hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan edukasi jangka panjang.

"Kita mulai akan aktif mendistribusikan 5.000 menstrual kit ini di bulan April. Dan enggak hanya kita mengirim aja, tapi kita juga akan mencoba mengedukasi, karena yang terpenting di sana bukan hanya barang yang sampai, tapi bagaimana mereka tahu untuk memanfaatkan menstrual kit ini seperti apa," ungkap Ririn.

Baca juga: Penyintas bencana di Sumatera butuh bantuan sandang dan air bersih

Baca juga: DKI terus koordinasi dengan pemda di Sumatera terkait bantuan tahap 2

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |