Menag nilai Singkawang contoh harmoni dalam promosi budaya nasional

2 weeks ago 12

Singkawang (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menilai bahwa Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi contoh harmoni dalam promosi budaya nasional di Indonesia.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri kegiatan Discover Timeless Harmony Explore Singkawang yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat, sebagai upaya mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Kota Singkawang kepada masyarakat nasional dan internasional.

“Melalui event ini terbukti budaya kita berwarna-warni dan sangat indah,” kata Nasaruddin.

Menag Nasaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk terus membangkitkan harmoni tanpa batas di tengah keberagaman, sehingga tidak tercipta jarak antarkelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa budaya Indonesia sangat beragam dan memiliki keindahan yang dapat menjadi perekat persatuan bangsa.

Menurut Menag, Kota Singkawang dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menjaga toleransi dan keberagaman, dengan masyarakat yang hidup berdampingan secara harmonis meskipun berasal dari latar belakang suku dan agama yang berbeda.

Sementara Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan promosi budaya yang ditampilkan merupakan representasi dari kehidupan masyarakat Singkawang yang menjunjung tinggi nilai toleransi.

Dalam kegiatan itu, Pemerintah Kota Singkawang menampilkan batik Tidayu yang merupakan akronim dari Tionghoa, Dayak, dan Melayu, sebagai simbol keberagaman dan persatuan masyarakat Singkawang.

“Batik Tidayu kami tampilkan untuk memperlihatkan kepada para pengunjung tentang keberagaman budaya di Singkawang,” ujar Tjhai Chui Mie.

Ia menjelaskan slogan toleransi yang melekat pada Kota Singkawang tidak hanya disampaikan melalui narasi, tetapi dibuktikan lewat berbagai kegiatan, agenda budaya, serta karya masyarakat seperti busana dan batik Tidayu.

Kegiatan Discover Timeless Harmony Explore Singkawang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Singkawang dan manajemen Hotel Borobudur Jakarta, dengan tujuan menjadi pintu gerbang promosi potensi budaya, kuliner, dan pariwisata Singkawang.

Dengan reputasi Hotel Borobudur Jakarta yang dikenal secara internasional, Tjhai Chui Mie berharap promosi tersebut dapat memperluas pengenalan Singkawang ke tingkat global dan mendorong minat wisatawan untuk berkunjung.

Ia juga menyebut Singkawang sebagai miniatur Indonesia karena dihuni berbagai suku yang hidup rukun dan saling menghormati, sehingga menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan toleransi.

Selain itu, ia menambahkan tahun ini menjadi momentum yang unik karena perayaan Imlek berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Dalam menyambut dua perayaan tersebut, panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang bersama panitia Ramadhan Fair akan berkolaborasi menggelar berbagai kegiatan.

“Kami sudah menghias kota dengan nuansa Imlek dan Idul Fitri. Pada bulan Ramadhan juga akan disiapkan pasar juadah serta pentas seni budaya yang menampilkan 17 paguyuban di Singkawang,” kata Tjhai Chui Mie.

Baca juga: Astra beri pendampingan guna kembangkan potensi lokal batik Singkawang

Baca juga: Singkawang--Kalbar dan Kuching-Malaysia perkuat kerjasama pariwisata

Baca juga: Tatung dan Cap Go Meh bukan sekadar simbol kekayaan budaya

Pewarta: Narwati
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |