Menag luncurkan Eco-Pesantren dukung kemandirian pesantren

1 month ago 13

Bone (ANTARA) - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meluncurkan Gerakan Eco-Pesantren untuk bersinergi dengan Kampung Kemandirian Pesantren di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

"Dua program ini menjadi bagian dari upaya strategis Kemenag dalam mendorong kemandirian pesantren, pembelajaran berbasis lingkungan, serta penguatan peran pesantren sebagai garda terdepan pembangunan masyarakat," kata Nasaruddin di Bone, Kamis.

Peluncuran Gerakan Eco-Pesantren ditandai dengan simbolisasi penanaman pohon di lingkungan pesantren, sebagai komitmen awal penerapan prinsip ramah lingkungan dalam tata kelola pesantren.

Nasaruddin mengatakan, program ini diharapkan memperkuat budaya keberlanjutan melalui kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi air, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan santri.

Sementara Kampung Keren (Kemandirian Pesantren), lanjut dia, sebuah kawasan pemberdayaan ekonomi yang dibangun untuk memperkuat kemandirian lembaga pendidikan berbasis komunitas.

Di dalam kawasan ini, sejumlah unit usaha produktif dikembangkan, antara lain budidaya ikan air tawar menggunakan sistem bioflok, pemanfaatan waduk buatan untuk empang dan irigasi, serta pengembangan sektor agribisnis yang dapat mendukung kebutuhan pesantren sekaligus membuka peluang kewirausahaan bagi santri.

Kampung Keren di Pesantren Al-Ikhlas Ujung diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren yang terpadu, menggabungkan pendidikan, lingkungan, dan kemandirian finansial.

"Melalui program ini, pesantren tidak lagi hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang mendorong ketahanan pangan, literasi lingkungan, dan kemandirian ekonomi," katanya.

Peluncuran dua program tersebut memperkuat posisi Pesantren Al-Ikhlas Ujung sebagai salah satu pesantren rujukan Kementerian Agama dalam inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan berbasis komunitas.

Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kemenag RI dalam membangun pesantren yang berdaya saing, mandiri, serta responsif terhadap tantangan dan kebutuhan zaman.

Baca juga: Menag: Bhinneka Tunggal Ika harus jadi kerangka berpikir

Baca juga: Kemenag serahkan bantuan Rp37,95 miliar bagi penyintas bencana di Aceh

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |