California (ANTARA) - Perusahaan mainan dan hiburan keluarga global Mattel berkolaborasi dengan Jaringan Advokasi Diri Autistik (Autistic Self Advocacy Network/ ASAN) meluncurkan Barbie dengan gangguan autisme.
Boneka tersebut menjadi bagian dari lini boneka Barbie Fashionistas, setelah melalui proses pengembangan sekitar 18 bulan.
"Sangat penting bagi autisme muda untuk melihat gambaran diri mereka yang jujur dan menyenangkan, dan itulah boneka ini," ujar Direktur Eksekutif ASAN Colin Killick, dilansir dari Today.com, Selasa.
Boneka tersebut memiliki sendi tambahan pada bagian siku dan pergelangan tangan agar tangan bisa digerakkan mengayun ke atas dan ke bawah secara berulang. Fitur tersebut dibuat untuk menggambarkan cara sejumlah orang autis menggerakkan tangan mereka saat merasa kewalahan.
Selain itu, arah mata boneka didesain melirik ke samping untuk mewakili sejumlah orang autis yang tidak menatap mata orang lain secara langsung.
Baca juga: WHO tegaskan kembali tak ada kaitan antara vaksin dan autisme
Perlengkapan yang disertakan pada boneka itu terdiri dari penutup telinga atau headphone merah muda untuk meredam suara serta mainan putar atau fidget spinner.
Boneka itu juga membawa sebuah tablet yang menampilkan gambar-gambar untuk membantu berkomunikasi tanpa harus berbicara.
Pakaian boneka berupa gaun yang melebar di bagian bawah (menyerupai garis A kapital) dan dibuat longgar agar kain tidak banyak menempel pada kulit, serta sepatu dengan sol rata agar boneka mudah berdiri seimbang.
Boneka itu, bersama model lain dalam lini Fashionistas, juga mewakili keberagaman fisik seperti individu dengan diabetes tipe 1, gangguan penglihatan dan down syndrome.
Bermain boneka itu, bersama dengan seluruh koleksi Fashionistas yang lain, diharapkan membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial mereka dengan cara memahami lingkungan lain di sekitarnya, di luar dari pengalaman hidup anak itu sendiri.
Riset di Cardiff University menunjukkan bahwa bermain boneka mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan keterampilan sosial. Aktivitas itu membantu perkembangan interaksi sosial bagi semua anak, termasuk anak-anak dengan ciri autisme.
Sebelumnya pada 2018, Sesame Street juga telah memperkenalkan Julia, boneka muppet pertamanya dengan autisme.
Boneka Barbie dengan autisme tersedia di Mattel Shop dan dari pengecer besar.
Baca juga: Studi: Ketidakseimbangan tiroid selama hamil tingkatkan risiko autisme
Baca juga: California tegaskan vaksin tidak berkaitan dengan autisme
Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































