Jakarta (ANTARA) - Mata terasa kering, perih, panas, atau seperti ada pasir yang mengganjal? Kondisi seperti ini cukup sering dialami, terutama ketika seseorang terlalu lama menatap layar, berada di ruangan ber-AC, atau terpapar lingkungan yang berdebu dan berangin.
Keluhan tersebut bisa menjadi tanda mata kering atau dry eye. Kondisi ini terjadi ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata atau air mata yang dihasilkan tidak mampu menjaga permukaan mata tetap lembap. Air mata sendiri memiliki peran penting untuk menjaga mata tetap basah, membantu penglihatan tetap jelas, sekaligus melindungi permukaan mata dari debu dan iritasi.
Baca juga: Yuki Kato ceritakan pengalaman penglihatan buram karena mata kering
Baca juga: Pentingnya konsultasi dengan dokter untuk atasi mata kering
Lantas, apa saja yang bisa menyebabkan mata kering dan bagaimana cara menjaganya?
Terlalu lama menatap layar
Salah satu kebiasaan yang sering dikaitkan dengan mata kering adalah menatap layar komputer, tablet, atau ponsel dalam waktu lama.
Ketika fokus melihat layar, seseorang cenderung berkedip lebih sedikit. Padahal, setiap kedipan membantu menyebarkan lapisan air mata ke seluruh permukaan kornea sehingga mata tetap lembap.
Jika frekuensi berkedip berkurang dalam waktu lama, permukaan mata bisa menjadi lebih cepat kering. Akibatnya, mata dapat terasa perih, panas, berpasir, merah, atau penglihatan menjadi sedikit buram.
Karena itu, jangan lupa mengistirahatkan mata ketika menggunakan perangkat digital. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit mengalihkan pandangan ke benda yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik.
Udara kering dan paparan angin
Lingkungan juga bisa memengaruhi kondisi mata. Berada di tempat yang berangin, berasap, atau memiliki udara sangat kering dapat membuat air mata lebih cepat menguap.
Ruangan dengan pendingin udara atau AC juga dapat membuat udara terasa lebih kering sehingga pada sebagian orang keluhan mata kering menjadi lebih mudah muncul.
Jika memungkinkan, hindari paparan langsung hembusan AC atau kipas ke arah mata. Ketika berada di luar ruangan yang berangin, penggunaan kacamata juga dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap mata.
Baca juga: Waspada "lupa kedip" karena waktu tatap layar tinggi, ini kata dokter
Memakai lensa kontak
Penggunaan lensa kontak juga dapat meningkatkan risiko mata kering pada sebagian orang. Lensa kontak berada langsung di permukaan mata sehingga kebersihan dan cara penggunaannya perlu diperhatikan.
Bagi pengguna lensa kontak, tangan perlu dicuci sebelum memasang atau melepas lensa. Lensa juga perlu dibersihkan dan diganti sesuai petunjuk penggunaannya untuk membantu menjaga kesehatan mata.
Jika mata terasa tidak nyaman saat menggunakan lensa kontak, jangan memaksakan penggunaannya. Keluhan yang terus muncul sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan mata.
Bisa dipengaruhi obat atau kondisi kesehatan tertentu
Mata kering tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari. National Eye Institute (NEI) menyebutkan beberapa obat tertentu, termasuk obat untuk alergi, pilek, depresi, dan tekanan darah tinggi, dapat memiliki efek samping berupa mata kering.
Beberapa kondisi kesehatan, seperti diabetes, gangguan tiroid, serta penyakit autoimun tertentu juga dapat berhubungan dengan mata kering. Perubahan hormon dan beberapa jenis operasi mata juga dapat menjadi faktor penyebab.
Karena penyebabnya cukup beragam, keluhan mata kering yang terus berulang sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat terlalu lama menggunakan ponsel.
Kenali tanda-tandanya
Mata kering dapat menimbulkan sejumlah gejala. Beberapa yang umum antara lain rasa terbakar atau perih, mata terasa kering dan kasar, kemerahan, sensitif terhadap cahaya, serta penglihatan buram. Pada sebagian orang, mata justru dapat menjadi lebih berair sebagai respons terhadap iritasi.
Menariknya, mata berair tidak selalu berarti kondisi mata sedang baik-baik saja. Ketika permukaan mata mengalami iritasi, tubuh dapat menghasilkan air mata refleks. Namun, air mata tersebut belum tentu memiliki komposisi yang cukup untuk menjaga permukaan mata tetap terlindungi dalam jangka panjang.
Baca juga: Lakukan kompres hangat bila alami mata kering
Cara sederhana menjaga kesehatan mata
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga mata tetap nyaman.
Pertama, berikan jeda ketika menatap layar dalam waktu lama. Selain menerapkan aturan 20-20-20, biasakan berkedip secara teratur.
Kedua, hindari asap rokok, debu, angin kencang, serta hembusan AC yang langsung mengarah ke mata. Jika udara di dalam ruangan terlalu kering, penggunaan pelembap udara atau humidifier dapat menjadi salah satu pilihan.
Ketiga, cukup minum dan tidur dengan waktu yang cukup. Pola hidup secara keseluruhan juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk mata.
Keempat, perhatikan asupan makanan. NEI merekomendasikan pola makan sehat dengan sayuran berdaun hijau dan ikan yang mengandung asam lemak omega-3 sebagai bagian dari kebiasaan untuk menjaga kesehatan mata.
Jika membutuhkan obat tetes mata, penggunaan air mata buatan dapat membantu meredakan mata kering ringan. Namun, jika keluhan sering muncul atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.
Jangan abaikan jika keluhan semakin berat
Mata kering memang sering terasa seperti gangguan ringan, tetapi keluhan yang menetap tidak sebaiknya dibiarkan begitu saja. Mata kering yang berat dan tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan pada kornea, yaitu lapisan bening yang berada di bagian depan mata.
Segera cari pertolongan medis jika mata mengalami nyeri hebat, perubahan penglihatan, penglihatan buram yang mengganggu, mata sangat merah dan berair, terdapat benda yang masuk ke mata, atau terjadi cedera pada mata.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mata tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Mengurangi waktu menatap layar tanpa jeda, lebih sering berkedip, menjaga lingkungan agar tidak terlalu kering, serta memperhatikan kebersihan mata dapat menjadi langkah sederhana yang dilakukan setiap hari.
Mata mungkin terlihat kecil dibandingkan bagian tubuh lainnya, tetapi perannya besar dalam membantu kita beraktivitas. Jadi, kalau sudah sering terasa kering dan perih, jangan hanya dianggap sebagai efek terlalu lama melihat layar. Bisa jadi, mata memang sedang meminta sedikit perhatian.
Baca juga: Jangan remehkan mata yang kerap berair
Baca juga: Debu dan riasan bisa sebabkan mata kering jika tidak dibersihkan
Baca juga: Penanganan awal di rumah ketika alami mata kering
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































