Marciano: Pelaku pelecehan seksual tak boleh ada di olahraga selamanya

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman mengatakan bahwa pelaku dalam kasus pelecehan seksual yang menimpa atlet panjat tebing harus diberikan sanksi tegas dengan larangan berkecimpung dalam dunia olahraga Indonesia selamanya.

"Ini sangat memalukan dan tidak boleh ada di lingkungan kita. Ke depan, pelaku-pelaku ini tidak boleh hadir dalam kegiatan olahraga, dan tidak boleh menjadi anggota organisasi olahraga di Indonesia selamanya," kata Marciano Norman dalam pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta atlet kickboxing nasional Viona Amalia Adinda Putri yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual di Jakarta, Jumat.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa atlet panjat tebing dan atlet kickboxing saat ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian.

Baca juga: Komisi X DPR desak hukuman maksimal bagi pelaku pelecehan atlet

Marciano mendukung proses hukum terhadap terduga pelaku sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ketika terduga pelaku dinyatakan bersalah dan menjalani proses hukum, sanksi lebih lanjut dapat dilakukan dengan tidak memberikan ruang bagi pelaku untuk kembali berkecimpung dalam olahraga Indonesia.

KONI Pusat, kata dia, mendukung penuh langkah Menpora yang berkomitmen memerangi tindakan kekerasan atau pelecehan seksual agar dunia olahraga bersih dari hal-hal seperti itu.

Selain mendukung sanksi terhadap pelaku, dia juga menekankan perlindungan bagi atlet yang menjadi korban. Perlindungan keamanan atlet selama melakukan kegiatan seperti berlatih, berkompetisi, harus menjadi prioritas semua pemangku kepentingan.

"Atlet-atlet ini adalah patriot olahraga, mereka pejuang-pejuang di masa damai, mereka harus dapat perlakuan yang terbaik. Mereka harus dihormati karena mengorbankan banyak hal untuk membanggakan Indonesia," katanya.

Baca juga: Menpora: Olahraga Indonesia harus bersih dari kekerasan seksual

KONI Pusat berupaya memberikan dukungan penanganan dari sisi psikologis dengan dukungan keberadaan pimpinan di bidang sport science yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Psikologi Olahraga (IPO) Lilik Sudarwati.

“Psikolog-psikolog olahraga yang terbaik itu juga ada di KONI. Kami akan dengan senang hati dan itu merupakan tanggung jawab juga kami memberikan dukungan pemulihan mental atlet yang selama ini sudah betul-betul merasa terpukul karena terjadinya kasus pelecehan seksual itu," katanya.

Lebih lanjut, Marciano juga seluruh organisasi anggota KONI Pusat, pengurus KONI di 38 provinsi maupun di Ibu Kota Nusantara, 81 Induk Cabang Olahraga beserta anggotanya, enam organisasi fungsional, agar memberikan atensi serius untuk memastikan kasus pelecehan seksual tidak kembali terjadi.

Dia juga mengimbau seluruh insan olahraga termasuk orang tua atlet agar jangan takut melapor ke KONI Pusat melalui surat maupun media sosial ketika melihat kejadian-kejadian yang menjurus kepada pelecehan seksual.

Baca juga: KOI imbau atlet berani laporkan kasus kekerasan dan pelecehan

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |