Analis sebut penurunan status siaga respons ancaman konflik global

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Analis Intelijen, Keamanan, dan Pertahanan sekaligus Direktur Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro menyebut penurunan status siaga yang dilakukan TNI merupakan respons keputusan intelijen terhadap level ancaman konflik global.

Keputusan itu, kata Ngasiman, berdasarkan risiko pelanggaran kedaulatan yang tinggi dan kemungkinan meluasnya konflik terjadi sangat besar maka TNI perlu mengeluarkan siaga 1 sebagai respon kesiagaan dan keamanan negara.

"Penurunan status siaga bergantung pada tingkat ancaman yang mungkin timbul. Jika informasi intelijen sebagai basis penentuan keputusan mengungkap bahwa ada resiko pelanggaran kedaulatan tinggi, dan kemungkinan terjadinya besar, maka akan masuk siaga 1. Jadi mengikuti level ancamannya," kata Ngasiman kepada ANTARA saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ngasiman merespons penurunan status siaga 1 menjadi siaga 3 yang dilakukan TNI yang disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono di Jakarta, Kamis (12/3), dan status siaga 3 tersebut ditetapkan sebagai langkah penjagaan selama Idul Fitri.

Respons Ngasiman terkait menghadapi ancaman konflik global tersebut berdasarkan pantauan dirinya terhadap kabar kapal induk Abraham Lincoln meninggalkan lokasi peperangan dengan kerusakan sistem navigasi yang bersinggungan dengan zona laut Indonesia.

"Jadi, analisa saya siaga 1 itu diterapkan untuk itu. Lebih detail bisa langsung minta penjelasan ke Mabes TNI," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan ancaman tersebut beberapa hari ke depan akan berdampak pada limpahan perang yang mengarah ke perairan Indonesia, terutama setelah dimulainya ketegangan dengan melibatkan kontak senjata di Selat Hormuz.

"Ini yang (harus) diwaspadai, dampak militer secara langsung," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan saat ini jajaran TNI AD menerapkan pengamanan siaga tiga setelah sebelumnya menerapkan siaga satu sesuai dengan telegram Panglima TNI pada Kamis.

Menurut Donny, penerapan siaga satu ataupun tiga oleh TNI AD tidak untuk merespons situasi konflik atau gelombang peperangan di wilayah manapun.

Status siaga 3, tutur Donny, diterapkan pada konsep memperkuat kesiapan pasukan untuk mengamankan wilayah di masa Lebaran.

"Kita melaksanakan kegiatan siaga tiga karena juga kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri," kata Donny saat bertemu awak media di Mabes TNI AD.

Baca juga: Komisi I: Perubahan status jadi Siaga 3 tunjukkan TNI dinamis terukur

Baca juga: Pengamat: Siaga 3 respons terukur pemerintah terhadap keamanan

Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |