Majelis Hukama: Ketahanan keluarga fondasi bangun peradapan yang kokoh

6 hours ago 4
Kita tidak akan menemukan masyarakat yang kokoh tanpa keluarga yang kuat. Ketahanan keluarga adalah benteng pertama dari berbagai krisis sosial

Jakarta (ANTARA) - Majelis Hukama Muslimin (MHM) menegaskan ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban yang kokoh dan berkelanjutan.

“Kita tidak akan menemukan masyarakat yang kokoh tanpa keluarga yang kuat. Ketahanan keluarga adalah benteng pertama dari berbagai krisis sosial. Dari rumah yang sakinah lahir generasi yang moderat, toleran, dan berintegritas,” ujar Direktur Eksekutif MHM Kantor Cabang Indonesia Muchlis M. Hanafi dalam forum Refleksi Ramadhan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, keluarga bukan sekadar institusi privat, melainkan institusi strategis yang menentukan arah masa depan masyarakat dan bangsa.

Baca juga: Membangun ketahanan keluarga lewat penerimaan

Di tengah tantangan era modern seperti disrupsi digital, krisis komunikasi, hingga melemahnya fungsi pendidikan, kata dia, nilai dalam rumah tangga dan penguatan keluarga menjadi kebutuhan mendesak.

Ia menilai momentum Ramadhan menghadirkan ruang pembaruan spiritual yang relevan untuk memperkuat fondasi keluarga. Ibadah puasa, kata dia, melatih pengendalian diri, shalat tarawih menumbuhkan kebersamaan, dan sedekah memperkuat solidaritas sosial.

“Nilai-nilai Ramadhan semestinya hidup dan mengakar dalam keluarga. Ramadhan bukan hanya momentum ibadah individual, tetapi juga saat yang tepat untuk merekatkan kembali relasi dalam keluarga,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) itu.

Baca juga: MHM tekankan pentingnya ilmu untuk fondasi peradaban dalam IBF 2025

Dalam forum tersebut MHM juga menggarisbawahi pentingnya membangun budaya dialog di dalam rumah tangga, memperkuat literasi digital keluarga, serta menanamkan nilai rahmah dan moderasi beragama sejak dini.

Keluarga, kata dia, dipandang sebagai ruang pertama pendidikan karakter dan persemaian nilai perdamaian. Karena itu MHM berkomitmen terus mendorong program-program yang menempatkan keluarga sebagai pusat transformasi sosial dan penguatan harmoni kemanusiaan.

Refleksi Ramadhan ini, kata Muchlis, menjadi langkah awal konsolidasi gagasan untuk menjadikan ketahanan keluarga sebagai agenda strategis dalam membangun peradaban yang damai dan berkeadaban.

Baca juga: Menag minta layanan perkawinan dan ketahanan keluarga diperkuat

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |