Tangerang (ANTARA) - Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin meresmikan Santri Institute Indonesia di Pondok Pesantren Al Amanah Al Gontory, Pondok Aren Tangerang Selatan, Provinsi Banten sebagai wadah menyatukan kaum santri di Indonesia.
“Alhamdulillah, Santri Institute secara resmi sudah berdiri sebagai wadah menyatukan santri. Sehingga santri bersatu dalam membangun negeri tercinta ini,” ujar KH Ma’ruf Amin dalam acara peresmian di Tangerang Selatan, Rabu.
Ma’ruf Amin mengatakan di dalam organisasi ini juga bertujuan membangun gaya hidup yang syarí, membuat regulasi sesuai syariat Islam.
Selain itu, Santri Institute Indonesia sebagai wadah kolaborasi nasional untuk mengembangkan potensi santri dan alumni pesantren di seluruh Indonesia.
Sebab santri juga berperan dalam sejarah bangsa bukan hanya sebagai penjaga moral dan spiritual. Akan tetapi penggerak kemajuan, keadilan, dan kemakmuran nasional.
“Alhamdulillah, walaupun saya santri, tapi saya bisa menjadi Wakil Presiden. Dulu orang Surabaya tidak mengira saya akan menjadi pejabat pemerintah, tapi ternyata Allah menakdirkan lain. Ini bukti bahwa santri pun bisa berperan di tingkat nasional,” ujarnya.
Baca juga: Resmikan Santri Institute, Ma'ruf Amin tekankan penguasaan iptek
Ketua Umum Santri Institute Indonesia La Ode Safiul Akbar menegaskan berdasarkan data jumlah santri yang terdaftar di Kementerian Agama ada sebanyak empat juta dan tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah itu terdiri dari santri salaf dan modern. Maka itu, kehadiran Santri Institute Indonesia ini sebagai wadah.
La Ode juga mengatakan sesuai pernyataan KH Ma’ruf Amin tentang kriteria santri tidak cukup punya lebel. Melainkan santri harus pintar, peka, bisa memahami yang ada di sekelilingnya yakni tangguh dan berhimpun.
“Santri tidak bisa terpecah belah. Saatnya sekarang era kolaborasi tidak bisa muncul sendiri,” ujar La Ode yang juga menjabat sebagai Sekjen Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).
Baca juga: Baznas RI cetak kemandirian santri lewat Bootcamp Santripreneur 2025
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































