Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Manggarai Selatan menyasar sebanyak 198 rumah atau 13 RT di RW 04 untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna memutus rantai penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada musim kemarau.
“Kita harus bersyukur dengan adanya pemeriksaan jumantik keliling ini, tapi jangan sampai demi mengejar Angka Bebas Jentik (ABJ) yang tinggi, keberadaan jentik tidak dilaporkan secara jujur, lalu tiba-tiba muncul kasus demam berdarah,” kata Lurah Manggarai Selatan Sri Nurwiyanti di Jakarta, Selasa.
Sri mengatakan pemeriksaan rutin oleh para kader Jumantik merupakan langkah antisipasi nyata untuk mencegah lonjakan kasus.
Namun, ia mengimbau warga dan pengurus RW untuk mendukung penuh pengawasan jentik secara jujur.
Sementara itu, perwakilan dari Puskesmas Pembantu Kelurahan Manggarai Selatan Nur Alfi Wijayanti mencatat adanya perbaikan posisi tingkat kerawanan DBD di Manggarai Selatan pada pekan ini.
"Minggu lalu Manggarai Selatan berada di peringkat keempat se-Kecamatan Tebet, minggu ini turun ke peringkat kelima. Sepanjang Agustus lalu, alhamdulillah tidak ada penambahan kasus baru di wilayah ini," ucap Alfi.
Kemudian, dia menambahkan meski capaian ABJ di Manggarai Selatan konsisten di atas 95 persen, yaitu 98,98 persen, seluruh pihak diminta tidak lengah mengingat adanya prediksi peningkatan tren kasus nasional mulai September hingga awal tahun depan.
"Mari sama-sama kita peduli terhadap lingkungan, terutama di musim kemarau saat ini yang memungkinkan nyamuk berkembang baik cepat," katanya.
Baca juga: Waspadai gejala awal demam berdarah dengue
Baca juga: 148 kader jumantik Cempaka Baru tingkatkan kapasitas pencegahan DBD
Baca juga: Kenapa nyamuk lebih banyak saat musim kemarau? Ini penyebabnya
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































