Jakarta (ANTARA) - Lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, Kalimantan Barat, Putri (19), mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Universitas Ary Ginanjar (UAG) ESQ Business School di Program Studi Sistem Informasi Tahun Akademik 2026/2027 melalui jalur beasiswa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menceritakan kisah Putri saat menghadiri Wisuda Ke-10 dan Welcoming Reception Ke-14 UAG ESQ Business School di Menara 165, Jakarta Selatan, Rabu.
Ia mengatakan Putri sebelumnya bersekolah di SMK hingga kelas II, tetapi karena keterbatasan biaya, ia tidak dapat melanjutkan pendidikan ke kelas III.
"Putri ini adalah salah satu contoh siswa yang putus sekolah. Dia sekolah di SMK karena kekurangan biaya, di kelas II untuk naik kelas III dia putus sekolah," katanya.
Putri kemudian mendapatkan kesempatan kembali bersekolah setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat. Selama menjalani pendidikan, dia mengikuti tes DNA Talent ESQ Corp untuk mengenali minat dan potensi yang dimilikinya sejak awal masuk.
Gus Ipul mengatakan hasil pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi guru dalam memberikan bimbingan dan pendampingan sesuai potensi masing-masing siswa.
"Alhamdulillah ada Sekolah Rakyat, bisa ikut, (lalu) ikut test DNA talent, dibimbing setahun, kemudian dia bisa diterima di Universitas Ary Ginanjar. Jadi ini menjadi sangat penting buat Sekolah Rakyat agar bisa mengantarkan lulusannya menjadi agen-agen perubahan," ujar dia.
Ia menambahkan Putri merupakan gambaran keluarga prasejahtera yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar secara optimal sehingga membutuhkan dukungan negara.
Namun, kondisi ekonomi keluarga tidak mengurangi kesempatan Putri untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
"Ayahnya seorang penjaga makam. Sekarang sudah punya kesempatan, dapat beasiswa, karena Putri kapasitas dan kemampuannya bisa diketahui sejak dini. Ini yang istimewa," ucapnya.
Baca juga: Mensos ingatkan kepsek awasi ketat operasional Sekolah Rakyat
Selain Putri, ada juga 35 siswa Sekolah Rakyat penerima beasiswa UAG dan ESQ Business School 2027, tujuh di antaranya kelak akan diterima kerja sesuai talenta.
"Ini bagian dari upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan, di mana lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi agen perubahan bagi dirinya, keluarga, dan lingkungannya," katanya.
Founder UAG University and ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian mengatakan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan potensi mereka.
"Hari ini (Putri) seragamnya bagus, merasa percaya diri bersama teman-temannya. Percaya diri bukan hanya karena seragamnya. tetapi dia sudah punya talenta dan dia tahu bahwa dirinya jenius dan kejeniusannya dibuka melalui DNA Talent," ucapnya
Putri mengaku sempat ragu menerima tawaran masuk Sekolah Rakyat karena ingin membantu perekonomian keluarganya. Namun, dorongan sang ibu dan karena gratis membuatnya berubah pikiran.
Setelah bergabung Sekolah Rakyat, ia mengaku merasakan banyak perubahan.
Selain kembali mendapatkan kesempatan belajar, dia juga mendapat berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang yang berkualitas.
"Selama saya di Sekolah Rakyat mendapat banyak pengalaman, difasilitasi semuanya, mulai dari makan terus (kebutuhan lainnya). Pokoknya, Sekolah Rakyat paling the best," ujar Putri yang bercita-cita sebagai guru.
Baca juga: Mensos: Lulusan Sekolah Rakyat akan jadi pekerja terampil atau kuliah
Baca juga: Wamensos dorong Flores Timur dan Mamasa siapkan lahan Sekolah Rakyat
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































