Lucuti senjata pelaku penembakan Pantai Bondi, pria ini tuai pujian

2 months ago 29

Sydney (ANTARA) - Seorang pria yang melumpuhkan dan melucuti senjata salah satu pelaku penyerangan dalam insiden penembakan di Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu (14/12) malam waktu setempat, dipuji sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan banyak nyawa.

Rekaman video dari lokasi kejadian yang dibagikan di media sosial menunjukkan pria itu, yang diidentifikasi oleh anggota keluarganya sebagai Ahmed al Ahmed (43) dari Sydney selatan, mendekati satu dari dua penyerang dari belakang sebelum menjatuhkannya dan merebut senjata apinya.

Rekaman tersebut memperlihatkan penyerang yang telah dilucuti senjatanya mundur ke arah penembak kedua di jembatan pejalan kaki di dekatnya saat Ahmed meletakkan senjata tersebut di tanah.

Sepupu Ahmed, Mustafa, mengatakan kepada stasiun televisi Australia, Seven Network, pada Senin (15/12) bahwa ayah dari dua anak itu kemudian ditembak dua kali dan dilarikan ke rumah sakit.

Mustafa mengatakan pihak keluarga masih menunggu kabar terbaru dari para dokter mengenai kondisi Ahmed.

Kepala Pemerintahan Negara Bagian New South Wales (NSW), Chris Minns, mengungkapkan dalam konferensi pers pada Minggu malam waktu setempat bahwa Ahmed adalah seorang pahlawan dan "tidak diragukan lagi" banyak orang selamat berkat keberaniannya.

Komisaris Kepolisian NSW Mal Lanyon mengatakan pada Senin bahwa terdapat banyak kisah keberanian dari anggota masyarakat.

"Kami tahu bahwa sejumlah orang masih hidup saat ini berkat tindakan para saksi mata yang tidak bersalah," katanya.

Otoritas setempat telah mengonfirmasi bahwa 16 orang tewas akibat insiden penembakan tersebut, termasuk satu dari dua orang yang diduga sebagai pelaku penembakan.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa dua terduga pelaku penembakan tersebut adalah seorang pria berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun.

Insiden itu menandai aksi penembakan massal paling mematikan di Australia sejak 35 orang tewas di Port Arthur, negara bagian kepulauan Tasmania, pada 1996.

Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |